<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Save Palestine</title>
	<atom:link href="http://danielmas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danielmas.wordpress.com</link>
	<description>Save Palestine - Save Our Nation</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 08:52:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='danielmas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Save Palestine</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://danielmas.wordpress.com/osd.xml" title="Save Palestine" />
	<atom:link rel='hub' href='http://danielmas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>GAZA; Percikan Kebebasan dan Harga Diri Dunia</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2010/07/06/gaza-percikan-kebebasan-dan-harga-diri-dunia/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2010/07/06/gaza-percikan-kebebasan-dan-harga-diri-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 08:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Oleh DR. Muhammad Badi’ Bahwa kemerdekaan dan kebebasan semua manusia tidak akan tercapai kecuali di bawah naungan Islam, yang memberikan kebebasan kepada semua orang yang tinggal di bawah naungannya, tanpa ada perbedaan antara iman dan iman lainnya, antara jenis kelamin, antara warna &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2010/07/06/gaza-percikan-kebebasan-dan-harga-diri-dunia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=159&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh DR. Muhammad Badi’</strong></p>
<p>Bahwa kemerdekaan dan kebebasan semua manusia tidak akan tercapai  kecuali di bawah naungan Islam, yang memberikan kebebasan kepada semua  orang yang tinggal di bawah naungannya, tanpa ada perbedaan antara iman  dan iman lainnya, antara jenis kelamin, antara warna kulit,  antara jabatan, seluruhnya memiliki kebebasan dan kemerdekaan yang sama,  manusia seluruhnya berasal dari nabi Adam, dan nabi Adam berasal dari  tanah, tidak ada kelebihan bagi bangsa Arab atas non Arab, dan bagi non  Arab atas Arab kecuali taqwa…</p>
<p><span id="more-159"></span>Segala puji bagi Allah, salawat dan salam atas Rasulullah saw beserta  keluarganya dan sahabat-sahabatnya serta orang yang mengikutinya hingga  hari kiamat, selanjutnya…</p>
<p>Bahwa kemerdekaan merupakan fitrah bagi manusia, bahkan ia merupakan  nikmat dan anugrah Allah untuk semua makhluk-NYa, karena itu tidak  berhak bagi seseorang – apa pun bentuknya – mengekang kebebasan orang  lain, dan hal tersebut tercermin dalam diri orang yang beriman kepada  Allah; dimana tidak ada paksaan pada setiap orang atasnya ..</p>
<p><em>”Tidak ada paksaan dalam agama”</em> (Al-Baqarah: 256)</p>
<p>Karena itu kebebasan yang tertinggi di  dunia ini adalah  mereka yang menyatakan bahwa semesta ini  ”Hanyalah  milik Allah semata …”, dan “Peribadatan hanya kepada Allah semata”; yang  keduanya merupakan derajat dan kedudukan tertinggi dalam kebebasan dan  kemerdekaan  terhadap 3 sembahan lainnya; Tuhan batu, Tuhan manusia dan  tuhan hawa nafsu, dan memerdekakan manusia dari kekuatan taqlid,  penyembahan manusia dan kekangan syahwat; hal tersebut terwujud dengan  kemuliaan menuju hakikat yang jelas dan Allah yang Maha kuasa, yang Maha  Esa dan tempat bergantung.. dan suatu Negara tidak akan mampu  mewujudkan kebebasan dan kemerdekaannya dari penghambaan kepada yang  lainnya kecuali jika mampu membebaskan setiap individu darinya. Inilah  makna firman Allah:</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak merobah  Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri  mereka sendiri”.</em> (Ar-Ra’ad:11)</p>
<p>Dan untuk mendapatkan hak hidupnya para  pemimpin umat  harus memperjuangkan kehidupannya dalam kebenaran.</p>
<p>Islam datang untuk membebaskan manusia dari  peribadatan selain kepada Allah. Sungguh indah ungkapan Rib’i bin Amir:</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah mengutus kami  untuk mengeluarkan umat ini dari penyembahan kepada hamba sahaya menuju  penyembahan kepada Allah Ta’ala yang satu. Mengeluarkan manusia dari  kezaliman berbagai agama kepada keadilan Islam. Membebaskan manusia dari  sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat.”</em></p>
<p><em></em>Itulah inti dari kisah Musa dengan  Fir’aun, dan keteguhan beliau membebaskan Bani Israil dari perbudakan  sebagaimana firman Allah SWT:</p>
<p><em>“Budi yang kamu limpahkan kepadaku  itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil”.</em> (As-Syuara:22)</p>
<p><strong>Wahai umat di seluruh dunia .. </strong></p>
<p>Bahwa kemerdekaan dan kebebasan semua manusia tidak akan tercapai  kecuali di bawah naungan Islam, yang memberikan kebebasan kepada semua  orang yang tinggal di bawah naungannya, tanpa ada perbedaan antara iman  dan iman lainnya, antara jenis kelamin, antara warna kulit,  antara jabatan, seluruhnya memiliki kebebasan dan kemerdekaan yang sama,  manusia seluruhnya berasal dari nabi Adam, dan nabi Adam berasal dari  tanah, tidak ada kelebihan bagi bangsa Arab atas non Arab, dan bagi non  Arab atas Arab kecuali taqwa… Allah berfirman:</p>
<p><em>“Hai manusia, Sesungguhnya Kami  menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan  menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling  kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu  disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya  Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”.</em>(Al-Hujurat:13)</p>
<p>Apakah ada yang lebih agung dan mulia dari sikap Umar dihadapan  pegawainya di Mesir Amru bin Al-Ash saat anaknya meludahi seorang warga  Nasrani dan bangga dengan kedudukan ayahnya, lalu berkata: Ambillah dari  anak seorang yang mulia. Lalu dikisahkan darinya dan Umar berkata:</p>
<p><em>“K</em><em>apan kamu memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu  mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan merdeka”</em><em><br />
</em></p>
<p>Islam – dan masih dan akan tetap, Insya Allah- adalah sebagai payung  rahmat, keadilan, kebebasan dan kesetaraan meluruskan suatu bangsa dan  menyeluruh bagi semua manusia.</p>
<p><strong> Kebebasan adalah Kewajiban</strong></p>
<p>Imam Al-Banna sejak awal dakwah telah menyeru dengan lantang bahwa  kebebasan adalah kewajiban Islam, ia berkata: <em>“Jika dikatakan kepada  kalian: kepada apakah kalian menyeru? Maka katakanlah: kepada Islam,  yang dibawa oleh nabi Muhammad saw, dan pemerintahan bagian darinya,  sementara kebebasan adalah salah kewajibannya. Dan jika dikatakan kepada  ini kalian: ini adalah politik. Maka katakanlah: ini adalah Islam, dan  kami tidak mengetahui pembagian ini. “</em></p>
<p>Lalu Imam Al-Banna menambahkan perkara ini dengan lebih jelas, beliau  berkata:<em> “Adapun kami sebagai politisi, adalah karena kami peduli   dan memiliki perhatian terhadap urusan umat adan bangsa kami, dan kami  percaya bahwa kekuatan eksekutif merupakan bagian dari ajaran Islam,  berada dalam lingkupnya, menyatu dalam ketentuan-ketentuannya, sementara  kebebasan politik dan kebanggaan nasionalis merupakan salah satu  bangunannya, dan kewajiban dari kewajibannya, dan kami akan bekerja  keras untuk menyempurnakan kebebasan ini serta memperbaiki alat  pemerintahan ini; kami juga demikian, kami percaya bahwa kami tidak  datang dengan sesuatu yang baru; ini tentunya telah difahami dan  diketahui bagi setiap Muslim yang mempelajari Islam dengan baik, dan  kami tidak mengetahui dakwah kami dan tidak dapat membayangkan arti dari  keberadaan kami kecuali untuk mencapai tujuan tersebut, dan kami tidak  akan keluar sedikitpun dari dakwah menuju Islam .. karena i Islam tidak  hanya terbatas pada khutbah, nasihat dan bimbingan belaka, namun  senantiasa membutuhkan perjuangan dan jihad: </em></p>
<p><em>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,  benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan  Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.  (Al-Ankabut:69)</em></p>
<p><em></em><strong>Wahai para aktivis hak asasi manusia .. </strong></p>
<p>Ini adalah agama kami, dan inilah kedudukan kebebasan dalam Islam  kami, dan kami telah menerapkannya, dan kami menjadikannya sebagai  kenyataan dalam kehidupan umat manusia sehingga memberikan rasa senang,  kebahagiaan dan kenyamanan ..<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Jadi apa yang kalian bawa?!</strong><strong> </strong><strong><br />
</strong></p>
<p>Apa yang kalian bawa adalah hasil dari tindakan biadab, bertentangan  dengan apa yang dinyatakan dalam pembukaan Deklarasi Universal hak asasi  Manusia , dan bahwasanya penerapan hukum yang melindungi hak asasi  manusia adalah agar tidak ada keterpaksaan bagi seseorang pada  pemberontakan melawan tirani dan ketidakadilan.  Disebutkan dalam pasal  (3): <strong>“Setiap orang berhak untuk hidup, mendapatkan kebebasan dan  keamanan pribadinya”</strong> dan pasal (5): <strong>“Tidak berhak bagi  seseorang melakukan penyiksaan atau hukuman atau kekejaman, atau  tindakan tidak manusiawi atau merendahkan martabat atas orang lain”.</strong></p>
<p>Apa yang kalian lakukan terhadap manusia wahai dunia yang modern dan  berperadaban?! Seluruhnya adalah kehancuran seperti sebelumnya, perang  dunia bukanlah bagian dari umat Islam yang melakukannya, baik diatas  bumi yang subur dan gersang, jatuhnya bom atom atas Jepang, terbunuhnya  jutaan rakyat di Eropa, pembantaian warga Al-Jazair dari Perancis,  pembantaian warga Libia dari Italia,   dan apa yang dilakukan oleh  Inggris di Mesir, Syam, Irak, India, Pakistan dan Afghanistan,  telah  memenuhi lembaran-lembaran sejarahnya, begitupula Amerika dalam Perang  di Vietnam dan perang di Korea, dan agresi segitiga Negara besar atas  Mesir (Inggris, Perancis dan entitas Zionis), serangan Zionis atas Mesir  pada tahun 1967, dan perang di Afghanistan yang pernah dilakukan oleh  Uni Soviet, lalu Amerika bersama pasukan sekutunya, perang antara India  dan Pakistan perang atas Irak, Somalia dan Yaman ..<br />
berbagai perang yang terjadi di Libanon, dan Bosnia dan Herzegovina,  Kosovo dan Chechnya .. perang di Palestina; Di Jenin dan di Gaza .. Dan  lain Sebagainya, dan lebih mengenaskan lagi adalah tidak sejengkal  tanahpun di muka bumi ini kecuali ada darah yang mengalir diatasnya, dan  ditambah pula dengan  pembunuhan terhadap anak-anak, wanita dan orang  tua serta warga sipil dan orang-orang yang tidak berdosa, penghancuran  masjid-masjid, pusat dan kantor lembaga-lembaga bantuan yang menginduk  pada PBB dan tidaklah Allah mematikan api perang  yang mereka sulut  kecuali mereka nyalakan lagi di tempat yang lainnya, dan perang yang  terjadi di dunia adalah karena mereka pelakunya. Sungguh benar firman  Allah:</p>
<p><em>“Setiap kali mereka menyalakan api  perang, maka Allah mematikannya dan sungguh mereka di dunia senantiasa  melakukan kerusakan di muka bumi”.</em> (Al-Maidah:64)</p>
<p>Dan tentang rasisme telah terjadi dan tidak  ada yang merasa bersalah .. Apa yang dilakukan Amerika terhadap suku  Indian kulit merah, kulit hitam dari Afrika sebagai saksi yang nyata,  dan apa yang dilakukan oleh Barat saat ini merupakan tindak pengekangan  kebebasan dan kemerdekaan umat Islam dan pengebirian terhadap hak-hak  mereka, pelanggaran terhadap kehormatan mereka;n menyerang  masjid-masjid, membakar dan mengotorinya merupakan bukti yang diketahui  oleh yang jauh ataupun dekat.</p>
<p>Tentang penjara ketidakadilan dan  penyiksaan di sel Guantanamo, Abu Ghraib dan penjara rahasia di Irak,  di Eropa, di Pakistan dan entitas para perampas (Zionis), dan banyak  lagi penjara di Negara-negara Arab dan Islam,  semua itu tidak lagi  membutuhkan bukti; karena semua Negara, Pemerintah, organisasi  internasional dan lembaga-lembaga internasional lainnya mengakui akan  semua itu.</p>
<p>Inilah yang dimaksud dengan rahmat (kasih  sayang) kalian terhadap untuk kemanusiaan, dan keadilan kalian ditengah  umat manusia, kesetaraan terhadap sesama manusia, dan kebebasan serta  demokrasi yang kalian serukan dan banggakan.</p>
<p><strong>Palestina; luka yang terus menganga dan darah yang terus  mengalir</strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Wahai orang-orang yang mengaku  merdeka di Barat ..</strong></p>
<p><strong>Wahai orang-orang yang merasa bijaksana di seluruh dunia ..<br />
</strong></p>
<p>Bukankah sudah saatnya kalian menarik tindak  kezhaliman dan  kebiadaban kalian, melakukan perbaikan terhadap apa yang dirusak oleh  orang tua kalian, sebagaimana kalian telah menanam entitas zionis di  negeri kami secara zhalim, karena itu wajib bagi kalian menariknya  secara adil dari bumi kami…</p>
<p>Bukankah sudah saatnya bagi seluruh masyarakat yang terusir dari  negerinya dan rumahnya untuk dapat kembali dan menikmati kebebasan, dan  menikmati udara dan kebaikan negerinya sendiri…</p>
<p>Bukankah sudah saatnya bagi warga Palestina untuk menikmati  kebebasan, harga diri dan martabatnya di rumah dan negeri mereka  sendiri..</p>
<p>jika kalian tidak melakukannya maka selamanya wilayah tersebut tidak  aman dan duniapun tidak akan aman .. Tidak ada seorangpun yang akan  merasa bahagia dan merasa aman dan selamat, selama rakyat Palestina  tidak menikmatinya, dan mereka (warga Palestina) tidak akan menikmatinya  kecuali dengan lenyap dan musnahnya entitas perampas zionis dari  wilayah tersebut.</p>
<p><strong>Konvoi kapal kebebasan akan memberikan alasan dihadapan  Tuhannya</strong><strong> </strong></p>
<p>Bahwa darah para syuhada dan yang terluka yang berasal dari konvoi  kapal kebebasan untuk menghancurkan dan menghentikan blokade di Gaza  tidak akan sirna sia-sia dihadapan Tuhannya, justru ini akan  mengeluarkan dunia dari kebisuannya terhadap tindak kejahatan zionis,  sebagaimana hal tersebut menarik perhatian akan adanya embargo sepihak,  dan butuh segera dibuka dan dihancurkan, dan memasukkan aktor baru dalam  melakukan konfrontasi dan perlawanan dengan Zionis sang penjahat dunia,  semua itu akan dihisab oleh Allah dan tidak akan hilang disisi Allah,  dan darah yang mengalir ini akan berubah menjadi kutukan dan kemarahan  atas Zionis, sebagaimana akan merubah keseimbangan konfrontasi di  kawasan itu, selamat kepada mereka yang meninggal mendapatkan syahadah,  dan kami berharap kepada yang cedera semoga cepat sembuh dari lukanya,  serta dapat kembali dengan selamat kepada mereka berada dikonvoi kapal  kebebasan.</p>
<p><strong>Gaza memberikan inspirasi kepada kita jalan menuju kebebasan  dan kemuliaan</strong><strong> </strong><strong><br />
</strong></p>
<p>Adapun jalur Gaza telah telah memberikan kepada bangsa Arab dan Islam  gambaran dan saksi hidup yang seharusnya menjadi pelajaran berharga  bagi setiap muslim, para penguasa dari berbagai negara, seakan mereka  meneriakkan seruan kepada kita: <strong>“Jangan takut kepada haekal yang  menisbatkan dirinya sebagai penguasa terhadap manusia, dan menuntut  untuk tunduk terhadap keinginan mereka, sekalipun dengan menyerahkan  kebebasan, kehormatan dan martabat mereka.. bahkan untuk menyerahkan  iman dan tanah air kepada pasukan penjajah dan perampas .. </strong></p>
<p>Seakan mereka berteriak: <strong>Iman tak terkalahkan, sekalipun  panjang perjalanan, namun umat pasti  menang  .. </strong></p>
<p>Jika pada suatu saat rakyat ingin hidup # maka harus menerima  takdirnya<br />
Malam pasti akan berlalu # sementara ikatan pasti akan lepas</p>
<p>Bahwa mereka menyeru kepada kita dan kepada musuh-musuh kita: <strong>Bahwa  umat Islam tidak akan pergi dan tidak akan mati, namun mereka tetap  hidup bersama para syuhada, sementara anak-anak mereka hidup membawa  syahadah, karena itu selamat bagi mereka yang menggapai syahadah  sehingga mendapat kehidupan yang baru untuknya dan kehidupan dan  kemuliaan bagi umatnya </strong></p>
<p><strong></strong>Mereka meneriakkan kepada kita: Bahwa kebebasan  tidak bisa dicapai dengan dari para penjajah dan perampas  nan keji,  tidak bisa dengan mengemis dari meja perundingan, dan tidak akan keluar  para penjajah dan perampas kejam sepanjang sejarahnya kecuali dengan  melakukan perlawanan, dan umat Islam tidak akan menggapai kebebasannya   kecuali dengan jihad, sementara sejarah perjuangan menuju kebebasan  tidak ditulis dengan tinta melainkan dengan tetesan darah, sungguh  bijaksana orang yang mengatakan:</p>
<p>Tidaklah dapat diraih sebuah  tuntutan hanya dengan angan-angan #  namun dunia harus diraih dengan perjuangan</p>
<p>Dan tidaklah suatu kaum menjangkau keinginannya # kecuali jika  kaki-kaki mereka mau berjalan</p>
<p>Seakan mereka memberitahukan kepada kita: <strong>“Bahwa Blokade  (pengepungan), kelaparan dan pembunuhan tidak akan membuat gentar para  pencari  kebebasan dan kemerdekaan, setiap sesuatu pasti akan terasa  kecil jika dalam rangka meraih jalan Allah dan untuk memerdekaan negeri  dan keinginan”. </strong></p>
<p>Mereka berteriak kepada dunia yang merdeka bahwa untuk membuka  blockade  dan ketidakadilan hanyalah dengan sebuah resolusi  internasional yang adil, bukan dengan paksaan pada mereka dengan  resolusi internasional sepihak dan tidak adil.</p>
<p>Kami sampaikan kepada dunia seluruhnya:  <strong>“Tibalah saatnya  bagi kalian memukul dengan tangan besi terhadap entitas zionis sang  perampas, yang tidak hanya melanggar hak asasi internasional di  Palestina , namun juga telah melakukan pelanggaran yang luas hingga  seluruh dunia, terutama kejahatannya yang keji terhadap kapal kebebasan  di perairan internasional”. </strong></p>
<p>Sungguh sangat aneh urusan dunia ini .. seluruh negara terkejut dan  tersentak bahkan beramai-ramai bergerak untuk menghentikan pembajakan  kapal yang terjadi di perairan Somalia, sehingga Dewan Keamanan PBB  melakukan rapat mendadak dan mengirim angkatan laut multinasional dari  semua bangsa bergerak memberikan  keputusan dengan cepat; untuk  menghentikan dan melakukan penghadangan terhadap pembajakan tersebut,  sementara pada sisi lain mata mereka buta, tangan seakan tidak mampu  bergerak, lidah terbungkam terhadap sebuah kapal yang sengaja dinodainya  dengan darah dari puluhan bangsa dan negara oleh Zionis,  menginjak-injak martabat mereka, melecehkan kedaulatan mereka  .. Seolah-olah PBB dan Dewan Keamanan tidak dibentuk dan didirikan  kecuali hanya untuk kepentingan entitas Zionis dengan resolusi  internasional yang tidak adil, kemudian melindunginya dengan berbagai  resolusi yang  tidak adil pula!.</p>
<p><strong> “Kami sampaikan kepada saudara kami  di Palestina:  Bersabarlah wahai warga Palestina, karena kemenangan adalah butuh  kesabaran sesaat, dan fajar kemenangan pasti datang, dan janji Allah  pasti datang</strong>:</p>
<p><em>“Dan Kami hendak memberi karunia  kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak  menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang  mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi  dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya  apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu “.</em> (Al-Qashash:5-6)</p>
<p><strong>Wahai para pemimpin Negara Arab dan Negara Islam .. </strong></p>
<p><strong> Wahai pemimpin Lembaga dan organisasi Islam ..<br />
</strong></p>
<p><strong>Wahai pemimpin Liga Arab ..<br />
</strong></p>
<p>Majulah kalian untuk mengakhiri blockade terhadap suadara kalian  di  Gaza .. berikanlah kemudahan pada kafilah yang berjalan menuju  Palestina, jangan takut dengan Amerika yang senantiasa mendukung Zionis,  dan terus menutupi kejahatan mereka dan jangan takut terhadap Zionis;  karena telah tampak kelemahan, ketidakmampuan dan ketidakberdayaan  mereka, dan cukuplah bagi kalian berada dalam kehinaan selama hampir  empat tahun, dan majunya kalian saat ini lebih baik bagi kalian, walau  kapal kebebasan telah mendahului kalian, dan hadirkanlah para syuhada  karena kalian tidak sedikit dari mereka, kelak akan diikuti oleh yang  lain, meskipun apa yang dilakukan terhadap pelanggaran pertama dari  kejahatan Zionis keluar dari semua aturan, norma-norma dan konvensi  internasional.</p>
<p>Dan ketahuilah bahwa blokade pasti akan berakhir dari Gaza, sama ada  kalian maju atau mundur, sama ada kalian bergerak atau diam…namun kami  suarakan ini dihadapan kalian sebagai aplikasi sebuah kecemburuan dan  fanatisme Islam, hak-hak ukhuwah Islam dan hak bertetangga; niscaya  kalian mendapatkan kemuliaan dan bersih dari rasa malu.</p>
<p>Dan ketahuilah Wahai umat Islam bahwa jihad sekarang ini menjadi  wajib ain, dan para penguasa – jika mereka sadar pasti akan segera  menyerukan Jihad – hendaknya tidak membelenggu kebebasan bangsa dengan  rantai-rantainya, dan bukalah pintu perbatasan  untuk para mujahidin.  Allah berfirman:</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah pasti menolong  orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha  kuat lagi Maha perkasa”</em>. (Al-Hajj:40)</p>
<p>Dan ketahuilah pula  bahwa kebatilan tidak akan pernah menang dalam  pertempuran melawan yang hak, jika bertemu antara dua seteru “al-hak dan  al-batil,” maka terjadi antara keduanya beberapa putaran dan babak,  bisa jadi kedustaan terus berlanjut dan unggul, namun pertempuran akan  berakhir dan kemenangan akan berpihak pada yang hak, dan itulah rahasia  firman Allah:</p>
<p><em>“Dan akhir dari itu semua adalah  untuk orang-orang yang bertaqwa</em>” (Al-Qashash:83)</p>
<p>Dan firman Allah:</p>
<p><em>“Sesungguhnya kebatilan itu pasti  akan lenyap”. </em>(Al-Isra:81)</p>
<p>Dan sebagai wujud dari firman Allah:</p>
<p><em>“Sungguh, Kami pasti benar-benar menolong orang-orang beriman”</em>.  (Ar-Rum:47)</p>
<p><em>“Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah  orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa  yang dikehendakiNya. dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (sebagai)  janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya,  tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</em>. (Ar-Rum:4-6)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=159&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2010/07/06/gaza-percikan-kebebasan-dan-harga-diri-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Mati Syahid</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/keutamaan-mati-syahid/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/keutamaan-mati-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 03:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ihsan Tandjung Islam mengajarkan kita agar memandang kematian sebagai suatu perkara yang tidak bisa dihindari. Kematian merupakan taqdir yang sepenuhnya di dalam rahasia pengetahuan Allah. Tidak ada seorangpun yang tahu di bumi mana ia akan menemui ajalnya. Demikian &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/keutamaan-mati-syahid/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=154&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Ihsan Tandjung</strong></p>
<p>Islam mengajarkan kita agar memandang kematian sebagai suatu perkara yang tidak bisa dihindari. Kematian merupakan taqdir yang sepenuhnya di dalam rahasia pengetahuan Allah. Tidak ada seorangpun yang tahu di bumi mana ia akan menemui ajalnya. Demikian pula ia tidak tahu pada usia berapa kematian akan menghampirinya.</p>
<p><em>”Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman ayat 34) </em></p>
<p><em><span id="more-154"></span></em>Seorang mukmin tidak sepatutnya berfikir untuk menghindari kematian apalagi lari daripadanya. Sebab pada hakikatnya tidak mungkin hal ini dilakukan. Cepat ataupun lambat kematian akan menghampiri setiap manusia.</p>
<p><em>”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS Ali Imran ayat 185)</em></p>
<p>Bahkan Allah memperingatkan manusia bahwa dirinya tidak mungkin menghindar dari kematian sekalipun ia berusaha melakukannya sekuat tenaga dan fikirannya. Kendati ia berusaha menghindarinya dengan tinggal di dalam sebuah benteng yang super kokoh bagaimanapun keadaannya.</p>
<p><em>”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS An-Nisa ayat 78)</em></p>
<p>Oleh karena itu maka Allah menyuruh seorang mukmin untuk selalu memperbaharui komitmennya dalam hidup di dunia yang fana ini dengan berikrar bahwa segenap kesibukannya harus ditujukan hanya untuk meraih keridhaan Allah. Baik itu yang menyangkut sholatnya, berbagai ibadahnya, berbagai aktifitas hidupnya bahkan hingga kematiannya.</p>
<p><em>”Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (QS Al-An’aam ayat 162)</em></p>
<p>Maka seorang mukmin yang faham dan sadar akan hal ini akan senantiasa berharap hidupnya berakhir dalam keadaan <em>husnul-khaatimah</em> (happy ending/akhir yang baik).</p>
<p>Bahkan seorang mukmin akan mengembangkan <em>the art of dying</em> (seni menjemput kematian). Dan di antara salah satu seni terbaik dalam menjemput kematian di dalam ajaran Islam ialah mengembangkan kerinduan untuk meraih <em>mati syahid</em>. Di antara sahabat Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> adalah Umar bin Khattab <em>radhiyallahu ’anhu </em>yang menjelang kematiannya berdoa: <em>”Ya Allah karuniailah aku mati syahid di bumi RasulMu (Madinah).” </em>Maka tidak lama semenjak doa dilantunkan Allah-pun mengabulkannya. Sehingga ketika Umar memimpin sholat subuh tiba-tiba Abu Lulu’ah Al-Majusi menusuk berkali-kali tubuh mulia Sang Khalifah dengan pisau belati sehingga darah mengalir dengan derasnya dan tak lama kemudian <em>Al-Faruq</em> menghadap Ilahi Rabbi dalam keadaan mati syahid. <em>Subhaanallah</em>.</p>
<p>Inilah barangkali maksud hadits Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> berikut ini:</p>
<p><em>(MUSLIM &#8211; 3531) : Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Barangsiapa memohon syahadah (mati dalam keadaan syahid) dengan sungguh-sungguh, maka sungguh ia akan diberi pahala seperti pahala mati syahid meskipun ia tidak mati syahid.&#8221;</em></p>
<p>Yang satu ini sehingga ia berharap kepada Allah agar dirinya dapat dihidupkan kembali ke dunia agar dapat merasakan dirinya dibunuh musuh Allah berulang kali.</p>
<p>Apa sebenarnya yang menyebabkan seorang mukmin merindukan mati syahid? Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> menyatakan bahwa satu-satunya kelompok manusia yang setelah menemui ajalnya berharap dapat dihidupkan kembali ke dunia hanyalah orang yang mati syahid. Sedemikian mulianya kematian jenis ini.</p>
<p><em>(BUKHARI &#8211; 2586) : Telah bercerita kepada kami &#8216;Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Mu&#8217;awiyah bin &#8216;Amru telah bercerita kepada kami Abu Ishaq dari Humaid berkata aku mendengar Anas bin Malik radliallahu &#8216;anhu dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Tidak ada seorang hamba pun yang meninggal dunia, di mana di sisi Allah dia mendapatkan balasan, yang lebih baik sehingga membuatnya berhasrat untuk kembali lagi ke dunia dan sungguh dia mendapatkan dunia beserta isinya kecuali orang yang mati syahid karena dia melihat keutamaan mati syahid. </em><em>Sungguh dia menginginkan dapat kembali ke dunia kemudian dia (berperang) dan mati syahid sekali lagi.&#8221;</em></p>
<p><em>Ya Allah, karuniailah kami mati syahid di jalanMu. Amin ya Rabbal ’aalamiin.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=154&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/keutamaan-mati-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukankah (waktu) Subuh Itu Sudah Dekat?”</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/bukankah-waktu-subuh-itu-sudah-dekat%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/bukankah-waktu-subuh-itu-sudah-dekat%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 02:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dr Muhammad Badi’ Islam telah membuktikan kebenarannya dalam menyatukan umat yang berada dalam satu bangunan besar, ras yang berbeda, mereka disatukan dalam wadah yang satu, menciptakan peradaban yang mampu memberikan kebahagiaan Timur dan Barat, menebarkan kebaikan di dunia, dan &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/bukankah-waktu-subuh-itu-sudah-dekat%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=148&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Dr Muhammad Badi’</strong></p>
<p>Islam telah membuktikan kebenarannya dalam menyatukan umat yang berada dalam satu bangunan besar, ras yang berbeda, mereka disatukan dalam wadah yang satu, menciptakan peradaban yang mampu memberikan kebahagiaan Timur dan Barat, menebarkan kebaikan di dunia, dan melindungi hak-hak negara-negara Arab dan Islam.</p>
<p><span id="more-148"></span><strong>Palestina jantung umat</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah, salawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarganya dan para sahabat serta orang-orang yang mendukungnya ..</p>
<p>Palestina masih merupakan pusat konflik global sejak Allah memberikan penaklukkan Al-Quds untuk Umat Islam dan diterima kuncinya oleh Umar bin Al-Khattab ra, sejak saat itu, musuh-musuh umat terus merekayasa konflik dari waktu ke waktu, upaya dan tujuan mereka adalah mengusir rakyat Palestina dari tanah yang diberkahi  Allah di sekitarnya.</p>
<p>Tentara Salibis berusaha mengambil alih dan merebut kembali tanah yang telah dibebaskan oleh Islam, seperti dalam Perang Salib yang berlangsung selama 2 abad lamanya, walaupun dalam beberapa waktu mereka mampu menguasai namun setelah itu mereka pergi seperti halnya dengan yang lain dari orang-orang yang zhalim, hingga akhirnya datang geng Zionis yang  telah ditanam oleh Barat untuk menjadi koloni di jantung hati bangsa umat Islam yaitu bumi Palestina, mereka terus bekerja untuk mengosongkannya dari perduduknya, dan merampas dan menyita seluruh hak miliki umat Islam dan Kristen dan melakukan ancaman tempat-tempat suci mereka.</p>
<p>Israel tidak dapat bertahan hidup kecuali dengan menjalin dengan sesama manusia. Pada hakikatnya Zionis akan menjadi lebih hina dan lebih lemah ketimbang menjadi yang paling kuat dan tak terkalahkan, sebagaimana mereka berusaha melakukan lobby mempromosikan diri mereka sendiri dan mempromosikan kekalahan mereka secara psikologis dari anak bangsa kita, Al-Quran menjelaska akan sifat pengecut mereka dengan sangat jelas dan gamblang</p>
<p><em>“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia”.</em> (Ali Imran:112)</p>
<p>Tanpa menjalin hubungan dengan sesama manusia seperti yang disebutkan Al-Qur’an maka suatu umat akan mendapati entitasnya yang hina ini menjadi bentuk lain (lebih hina). Apa yang dimaksud dengan menjalin hubungan dengan sesama manusia? Itulah nama jenis yang diambil dalam berbagai macam bentuk:</p>
<p>1 – Tali yang pertama bahwa hubungan seluruh musuh-musuh Islam, maka dari itu Zionis tidak memiliki negara yang layak  stabil dan aman dan karena suatu Negara harus bergantung pada dukungan moral, politik, media, ekonomi dan militer dari Barat dan Timur, dan banyak harta yang mengalir ke entitas Zionis dengan deras, sementara sikap dukungan politik yang tidak adil (zhalim) mengumumkan secara terang-terangan, dan ini salah satu sebab dari berbagai sebab kekuatan dan kelangsungan hidup mereka, meskipun dasar mereka adalah lemah, kepengecutan jiwa mereka, dan meskipun banyak permasalahan yang mereka hadapi.</p>
<p>Kita lihat perjanjian damai “Deklarasi Balfour”, yang memberikan peluang kepada mereka yang tidak memiliki hak dan yang tidak pantas memilikinya, dan kita melihat adanya latihan yang mereka lakukan dalam brigade pasukan Sekutu dalam perang kedua, begitu pula kita melihat respon cepat Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk memberikan pengakuan terhadap keberadaan negara Zionis hanya berselang tiga menit setelah deklarasi dan pengumuman berdirinya negera Zionis, dan ditambah bentuk bantuan militer dan politik yang tidak terbatas lainnya.</p>
<p>Namun sekalipun tampak erat hubungan Amerika dan Eropa dan terbentang luas dan panjang, namun cepat atau lambat tetap hubungan tersebut akan terputus dan kembali seperti yang telah Allah tetapkan atas mereka; menjadi bangsa yang hina dan malang, Insya Allah; oleh karena pebuatan yang mereka lakukan seperti pelanggaran, kezhaliman dan penghinaan yang memalukan bagi kemanusiaan.</p>
<p>2 – Tali yang kedua – dan sangat disayangkansekali – adalah hubungan yang lemah dan apatis, ketidakpastian dan destabilisasi iman yang sangat memalukan di dalam hati orang-orang Arab dan umat Islam, lalu apa yang dihasilkan darinya berupa bias terhadap sifat keji oleh beberapa rezim dan penguasa mereka, bahkan ada yang ikut membantu dan berpartisipasi dengan mereka dalam berbagai kejahatan yang mereka lakukan, bahkan yang lebih berbahaya dari itu adalah menyebarkan pemahaman yang salah bahwa Zionis – sang perampas- benar-benar dapat hidup bersama entitas lainnya, sementara Al-Qur’an mengungkapkan apa yang telah ditegaskan dalam bentuk peristiwa nyata – dan ditambah oleh sejarah masa lalu dan baru-baru ini – akan tabiat dan hakikat perasaan mereka terhadap kita. Allah berfirman:</p>
<p><em>“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada Kitab-Kitab semuanya. apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”.</em> (Ali Imran:119-120)</p>
<p>Sebagaimana tingkah polah mereka yang selalu melangga perjanjian. Allah berfirman:</p>
<p><em>“Setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman”</em>. (Al-Baqarah:100)</p>
<p>Tetapi sebagian orang Arab tidak mau mengambil pelajaran, tidak mau belajar dan tidak mau memahami itu semua. Padahal Al-Qur’an secara terang-terangan menjelaskan akan sikap pengecut mereka:</p>
<p><em> “Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. mereka tidak akan memerangi kamu dalam Keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti”.</em> (Al-Hasyr:13-14)</p>
<p>Setiap kali diberikan kepada para mujaihidin dari anak  anak bangsa masuk dalam medan jihad yang sebenarnya bersama mereka dan mereka tidak merasa aman berada dihadapan tentara pejuang kebenaran. Allah berfirman:</p>
<p>“<em>Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). kemudian mereka tidak mendapat pertolongan”</em>. (Ali Imran:111)</p>
<p>Dan apa yang dilakukan olehnya dan oleh keturunan (pengikut) Al-Banna, Al-Qassam, pengikut Yassin, Rantisi dan semua kekuatan oposisi yang bersih dan benar terhadap musuh Zionis menjadi bukti kuat kontemporer akhir dari kesombongan dan keangkuhan ini, menelanjangi lemahnya kekuatan entitas Zionis yang diklaim sebagai kekuatan yang tidak terkalahkan!.</p>
<p><strong>Jalan menuju penyelematan Al-Quds dan Palestina:</strong><strong> </strong></p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa kemenangan ada di tangan, dan saat menggapai keselamatan dari tubuh yang asing dan ditanam di jantung umat kita dengan cara zhalim tidak diragukan lagi pasti akan datang, terutama setelah umat ini mulai sadar kembali, dan seluruh komponen bangsa di mana mereka saja berada mampu membedakan antara yang baik dari yang buruk, dan tidak mudah bagi rezim yang hina untuk terus melakukan penyesatan kepada publik, apalagi setelah terungkap apa yang terjadi di Lebanon selatan dan Gaza yang bahwa macan Zionis adalah macan kertas saja, tetapi kita harus:</p>
<p>1 – Mulai melakukan proses perubahan dalam diri kita terlebih dahulu, dengan membangun iman untuk seorang muslim sejati, yang diaplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada Allah Yang Maha Esa dalam dirinya, dan percaya akan janji Allah, sehingga umat memiliki ikatan yang erat dengan Allah dengan ikatan iman yang kuat dan kokoh, menyandarkan dari kekuatannya tersebut sebagai kekuatan yang mampu menghlangkan kelemahan, kebanggaan yang mampu menghilangkan perasaan hina, keinginan yang mampu mengokohkan dan mengobarkan tekad dan mengatasi kelemahannya, dan berani menghadapi protokoler kelima dari para warga yang hina dan dina. Dan melalui pondasi yang kuat inilah generasi pembawa kemenangan mampu menyelamatkan baitul maqdis. Demikianlah deskripsi yang disampaikan oleh Nabi saw generasi pembawa kemenangan saat beliau bersabda:</p>
<p><em>“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga terjadi perang antara umat dan orang-orang Yahudi, lalu umat Islam memerangi orang-orang Yahudi, lalu mereka bersembunyi di balik batu dan pohon, namun batu dan pohon akan berbicara: wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada dibalik saya orang yahudi, kemarilah dan bunuhlah dia”.</em> (Muslim).</p>
<p>Wahai Muslim .. Wahai hamba Allah .. karena itu tidak mencapai janji Allah kecuali yang memiliki sifat ubudiyah yang ikhlas (murni) karena Allah, dan cara untuk menuju itu adalah: tarbiyah yang moderat (seimbang) diiringi akidah yang bersih dan tidak dikotori oleh yang lainnya, Islam yang universal tanpa ada sekat (parsialiasi) atau melupakan bagian dari kami sebutkan padanya.</p>
<p>2 – Usaha yang terus menerus dan tanpa henti menyatukan umat dalam satu kata sebagaimana firman Allah:</p>
<p><em>“Dan  berpegang teguhlah pada Tali Allah dan jangan bercerai berai”.</em> (Ali Imran: 103),</p>
<p>Islam telah membuktikan kebenarannya dalam menyatukan umat yang berada dalam satu bangunan besar, ras yang berbeda, mereka disatukan dalam wadah yang satu, menciptakan peradaban yang mampu memberikan kebahagiaan Timur dan Barat, menebarkan kebaikan di dunia, dan melindungi hak-hak negara-negara Arab dan Islam.</p>
<p>Dan dalam sejarah kita yang adil memiliki pelajaran dan ibrah ketika Shalahuddin mampu membebaskan Al-Quds dan membersihkan negara dari Tentara Salib yang telah menguasainya selama dua ratus tahun.</p>
<p>3 – Mendukung apa yang dia lakukan oleh para pemuda dan komando jihad di Palestina yang rela mengorbankan jiwa mereka, yang mampu membuat takut Zionis membuat resah tempat tidur mereka, bahkan sampai membuat hati mereka ciut bahkan sampai ke kerongkongan mereka, dan di sini Zionis mendapati kekalahannya, sementara  yang hak akan tetap menang dan maju. Nabi saw bersabda:</p>
<p><em>“Umatku akan tetap berada dalam kebenaran dan tampil melawan musuh mereka, tidak gentar terhadap orang yang menyakiti mereka, dan yang berusaha menjauhi mereka”</em></p>
<p><em>Tidak merasa gentar terhadap bangsa telah yang melecehkan mereka, negara-negara yang berdekatan dengan mereka membiarkannya, bahwa bersebrangan dan menjauhi mereka, dan ini merupakan kabar gembira bagi para mujahidin yang tetap teguh berada dalam kebenaran “sampai Allah memutuskan perkaranya sementara mereka tetap seperti itu (tegar dengan pendiriannya)” (Ahmad)</em></p>
<p><em>Karena itu mendukung warga Al-Quds dengan harta dan senjata serta berbagai bentuk dukungan lainnya adalah kewajiban yang suci, bukan dengan melakukan melakukan normalisasi dengan musuh Zionis dan berusaha untuk bersimpati dengannya.</em></p>
<p><em>4 – </em>Berusaha mencari dan mendapatkan opini umum dan internasional dan lokal untuk kepentingan dan memberikan dukungan kepada Palestina, dengan menjelaskan dimensi permasalahan kepada masyarakat dunia, bekerja sama dengan semua organisasi masyarakat sipil (ormas/NGO) di diseluruh penjuru dunia, dan bekerja untuk membangun basis informasi yang mampu menghadapi serangan balasan media Zionis, sehingga dapat memberikan manfaat, dan dalam hal ini kami memuji masyarakat sipil di Eropa dan dunia yang memimpin kampanye kemanusiaan, yang bersikeras akan menuju dan bergerak ke Gaza, dan mendeklarasikan diri untuk berada di tengah-tengah warga Palestina sebagai pemilik kebenaran.</p>
<p>Bahwa pengorbanan yang mulia dan darah yang suci yang dipersembahkan oleh para pemuda Palestina adalah merupakan pajak menuju kemenangan yang sudah dekat, insya Allah. Allah berfirman:</p>
<p><em>“Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”. (Al-Isra:51)</em></p>
<p>Shalawat dan salam  atas Rasulullah saw beserta keluarganya dan sahabatnya …</p>
<p>Allah maha besar dan segala puji hanya milik Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=148&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/bukankah-waktu-subuh-itu-sudah-dekat%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boikot Kuffar Quraisy Terhadap Nabi</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/boikot-kuffar-quraisy-terhadap-nabi/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/boikot-kuffar-quraisy-terhadap-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 02:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Tim dakwatuna.com Penentangan kaum kuffar terhadap dakwah Islam dilakukan dengan segala cara. Dengan cara hal yang manis menggiurkan, berupa tawaran duniawi, cara ini tidak mempan. Dengan cara tawar menawar, yaitu tawaran kepada Muhammad saw. agar menyembah tuhan mereka sehari, &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/boikot-kuffar-quraisy-terhadap-nabi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=144&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Tim dakwatuna.com</strong></p>
<p>Penentangan kaum kuffar terhadap dakwah Islam dilakukan dengan segala cara. Dengan cara hal yang manis menggiurkan, berupa tawaran duniawi, cara ini tidak mempan. Dengan cara tawar menawar, yaitu tawaran kepada Muhammad saw. agar menyembah tuhan mereka sehari, dan mereka menyembah Tuhannya Muhammad sehari. Dengan cara teror, intimidasi bahkan upaya pembunuhan. Semua cara berujung kegagalan.</p>
<p><span id="more-144"></span>Demikianlah Allah menggagalkan teror, tipuan, dan tawar menawar di hadapan gelombang dakwah di jalan Allah swt. Mereka gagal memadamkan cahaya iman dan tauhid.</p>
<p>Maka kaum Quraisy kembali menggunakan cara kekerasan dan penindasan kepada kaum muslimin dengan perlakuan yang tidak tertahankan manusia kecuali mereka yang beriman. Rasulullah saw. yang melihat penderitaan para sahabatnya itu, dan sama sekali tidak bisa melawan, menyuruh mereka untuk meninggalkan kampung halamannya itu, dilandasi oleh semangat menyelamatkan, maka terjadilah hijrah ke Habasyah.</p>
<p><strong>Dengki Pangkal Penentangan</strong></p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa penyebab semua ini adalah rasa iri (hasad) dan kesombongan tanpa argumentasi seperti yang dilakukan oleh Al-Walid bin Al-Mughirah, yang mengatakan:</p>
<p><em>“Bagaimana mungkin diturunkan kepada Muhammad, tidak kepadaku, sedangkan aku yang menjadi pembesar dan pemimpin suku Quraisy, tidak diberikan kepada Abu Mas’ud, sedang kami berdua yang menjadi para pembesar dua negeri.”</em></p>
<p>Maka Allah turunkan ayat 31-32 surah Az Zukhruf:</p>
<p><em>“Dan mereka berkata: “Mengapa Al Quran Ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini? Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”</em></p>
<p><strong>Pemboikotan Total</strong></p>
<p>Kaum musyrikin berkumpul untuk menetapkan cara efektif menghentikan Islam dan Nabinya. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk menulis selembar kesepakatan pemutusan hubungan total dengan Bani Hasyim dan Bani Abdil-Muththalib. Pengumuman itu berisi:</p>
<ol type="1">
<li>Barang siapa yang setuju dengan agama Muhammad, berbelas kasihan kepada salah seorang pengikutnya yang masuk Islam, atau memberi tempat singgah pada salah seorang dari mereka, maka ia dianggap sebagai kelompoknya dan diputuskan hubungan dengannya.</li>
<li>Tidak boleh menikah dengannya atau      menikahkan dari mereka.</li>
<li>Tidak boleh berjual beli dengan      mereka.</li>
</ol>
<p>Kemudian mereka gantung pengumuman ini di salah satu sudut Ka’bah untuk menegaskan kekuatan isinya.</p>
<p><strong>Pertolongan Allah </strong></p>
<p>Di tengah penderitaan inilah Allah swt. menundukkan sebagian orang Quraisy untuk membantu kaum muslimin yang terisolir. Di antara mereka itu adalah Hisyam bin Amr, seorang yang dimuliakan kaumnya. Hisyam membawa untanya penuh makanan di malam hari ke Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Begitu sampai di dekat lembah ia lepaskan kendali untanya kemudian dihentikannya unta itu. Demikian juga ketika untanya itu membawakan pakaian. Untuk meringankan penderitaan kaum muslimin yang terisolir.</p>
<p>Di tengah isolasi total ini Bani Hasyim dan Bani Muththalib ikut bergabung baik yang muslim maupun yang kafir kepada Rasulullah saw, mereka masuk ke syi’b (lembah) Bani Hasyim. Mereka yang kafir bergabung dengan motivasi kesukuan dan kekerabatan, sedang yang muslim dengan motivasi akidah. Selain Abu Lahab, yang berada bersama kafir Quraisy mendukung permusuhannya dengan kaumnya.</p>
<p>Keadaan ini berlangsung selama tiga tahun, kaum Quraisy. Kaum Quraisy semakin memperketat isolasinya kepada kaum muslimin sehingga mereka tidak memiliki bekal makanan. Kesulitan mereka sampai pada kondisi hanya makan dedaunan.</p>
<p>Anak-anak kaum Muslimin menangis kelaparan, dan tangisan mereka terdengar dari balik lembah. Kaum Muslimin tetap sabar dan tegar dari tekanan yang mencelakakan ini dengan terus mengharapkan pertolongan Allah.</p>
<p><strong>Bentuk Kemarahan dan Penindasan</strong></p>
<p>Perhatikanlah bentuk kemarahan yang sampai ke puncaknya. Ketika datang kafilah datang ke Mekah, dan salah seorang sahabat Nabi datang ke pasar untuk membeli makanan bagi keluarganya, maka Abu Lahab seketika itu mengumumkan kepada para pedagang:</p>
<p>“Wahai para pedagang! Naikkan hargamu kepada sahabat-sahabat Muhammad sehingga mereka tidak bisa membeli apapun, kalian semua sudah mengetahui kekayaanku, dan kalian sudah tahu bahwa saya akan menepati janjiku, saya akan mengganti kalian semua, tidak akan ada kerugian atas kalian.”</p>
<p>Maka para pedagang itu menaikkan harganya berlipat-lipat, dan ketika sahabat itu pulang kembali ke rumahnya, anak-anaknya menangis kelaparan, dan tangannya kosong tidak membawa makanan yang bisa mereka konsumsi.</p>
<p>Kemudian pedagang itu datang ke rumah Abu Lahab, membayar makanan dan pakaian yang mereka bawa, sehingga kaum mukminin mengalami kelaparan.</p>
<p><strong>Pembatalan Lembar Pengumumam</strong></p>
<p>Allah swt. tidak akan pernah melupakan Nabi pilihan-Nya dan orang-orang yang beriman bersamanya. Maka Allah jadikan hati orang-orang masih punya kasih sayang, berbelas kasihan kepada mereka. Hal ini jelas sejak Hisyam bin Amr yang membawa untanya dengan perbekalan makanan lalu diarahkan ke Syi’b, mengantarkan makanan kepada kaum muslimin yang terisolir.</p>
<p>Hisyam din Amr kemudian menghubungi Zuhair bin Abi Umayyah bin Al Mughirah, ia sampaikan kepadanya, “Wahai Zuhari, relakah kamu makan makanan, berpakaian, dan menikah, sementara paman dan bibimu dalam keadaan yang kamu tahu, tidak boleh jual beli, tidak boleh menikah atau dinikahi. Sedang aku bersumpah dengan nama Allah: Bahwa kalau paman bibinya Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), kau ajak seperti yang aku sampaikan kepadamu, mereka tidak akan pernah mau menerimanya.</p>
<p>Zuhair berkata: “Celaka sekali wahai Hisyam, lalu apa yang bisa kita lakukan? Aku hanya seorang diri. Demi Allah, jika ada orang lain bersama dengan kami, maka kami akan cabut isolasi ini, aku batalkan embargo ini.”</p>
<p>Hisyam bin Amr menjawab, “Aku menemukan orang lain.”</p>
<p>Kata Zuhair bin Abi Umayyah, “Siapa dia?”</p>
<p>Kata Hisyam, “Saya.”</p>
<p>Kata Zuahair, “Cari seorang lagi, sehingga kita bertiga.”</p>
<p>Kemudian Hisyam menemui Muth’im bin Adiy, menceritakan seperti yang disampaikan kepada Zuhair bin Umayyah</p>
<p>Kata Muth’im, “Carilah orang ke empat.”</p>
<p>Kemudian Hisyam menemui Abul Buhturiy bin Hisyam, ia sampaikan seperti yang ia sampaikan kepada Muth’im bin Adiy</p>
<p>Abul Buhturiy bertanya, “Adakah orang lain yang membantu hal ini?”</p>
<p>Kata Hisyam, “Ada.”</p>
<p>Kata Abu Buhturiy, “Siapa dia.”</p>
<p>Kata Hisyam, “Zuhair bin Umayyah, Muth’im bin Adiy, dan aku bersamamu</p>
<p>Kata Al Buhturiy, “Carilah orang kelima.”</p>
<p>Kemudian Hisyam menemui Zam’ah bin Al-Aswad bin Al-Muththalib, ia sampaikan kepadanya tentang kedekatan hubungan keluarganya dan hak mereka.</p>
<p>Zam’ah menanyakan, “Apakah urusan yang kau sampaikan kepadaku ini ada orang lain?”</p>
<p>Kata Hisyam, “Ada,” kemudian ia sebutkan orang-orang yang telah ia temui.</p>
<p>Kemudian mereka bersepakatan untuk bertemu malam hari di sebuah bukit di Mekah.</p>
<p>Di sanalah mereka berkumpul dan bersepakat untuk membatalkan pengumuman pembokiotan. Dan ketika datang pagi hari mereka pergi ke tempat pertemuannya. Zuhair bin Umayyah thawaf di Ka’bah tujuh kali putaran. Kemudian berdiri menghadapkan wajahnya kepada para hadirin dan mengatakan:</p>
<p>Wahai warga Mekah, apakah kita makan, memakai pakaian sementara Bani Hasyim mati kelaparan, tidak boleh jual beli, demi Allah saya tidak akan duduk sehingga pengumuman embargo yang zhalim ini dirobek.</p>
<p>Abu Jahal berkata -ada di salah satu sudut masjid, “Bohong kamu, demi Allah, pengumuman itu tidak boleh dirobek.”</p>
<p>Zam’ah bin Al-Aswad: Engkau, demi Allah, lebih pendusta, kami tidak pernah menyetujuinya sejak engkau menulisnya.</p>
<p>Abul Buhturiy berkata, “Benar Zam’ah, kami tidak setuju tulisan itu dan tidak pernah mengakuinya.”</p>
<p>Al-Muth’im bin Adi berkata, “Kalian berdua benar, dan bohong orang yang mengatakan selain yang kalian berdua katakan. Kami berlepas diri darinya dan tulisan yang ada di dalamnya.”</p>
<p>Hisyam bin Amr berkata seperti yang dikatakan Al-Muth’im bin Adiy</p>
<p>Abu Jahal berkata, “Ini pasti sudah diputuskan di malam hari, kalian telah bermusyawarah tentang hal ini di luar tempat ini.”</p>
<p>Abu Thalib saat itu berada di salah satu sudut masjid menyaksikan pertarungan yang terjadi di antara mereka.</p>
<p>Kemudian Muth’im bin Adiy berdiri ke tempat ditempelkannya pengumuman itu untuk merobeknya, dan ternyata pengumuman itu sudah dimakan tanah kecuali kalimat ‘Bismikallahumma’ yang menjadikan kebiasaan orang Arab menulis surat.</p>
<p>Perhatikanlah, bagaimana Allah swt. menundukkan mereka ini untuk membantu Islam dan kaum muslimin, berdiri di sisi yang benar. Tidak diragukan lagi bahwa yang mendorong hal ini adalah pertolongan Allah swt. pada rasul-Nya, dan kaum mukminin yang ada.</p>
<p>Kemudian perhatikan pula, tanah yang makan pengumuman itu, kecuali nama Allah Yang Maha Agung. Hal ini menjadi bukti yang sempurna bahwa Allah swt. Maha Suci dari seluruh ucapan orang-orang zhalim.</p>
<p><strong>Dampak Embargo</strong></p>
<p>Embargo ini berdampak baik bagi Islam dan kaum muslimin, antara lain:</p>
<ol type="1">
<li>Kaum muslimin dapat mengambil pelajaran langsung tentang kesabaran dan daya tahan. Mereka menyadari bahwa kehilangan keuntungan dan hancuran sarana-sarana kebaikan tertentu adalah kewajiban pertama yang harus diberikan dalam pengorbanan di jalan aqidah. Tekanan-tekanan itu tidak akan membunuh para da’i bahkan semakin memperkuat akar dan dahannya.</li>
<li>Bahwa ketika Allah swt. menghendaki salah seorang hamba-Nya menfokuskan diri pada da’wah, kebaikan, dan perbaikan, akan diletakkan di hatinya rasa tidak senang dengan apa yang dialami masyarakatnya, yang berupa kerusakan dan kesesatan.</li>
<li>Orang-orang Quraisy tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti, cepat atau lambat, fajar baru akan terbit, Mekah akan bersih dari berhala, Adzan berkumandang di seluruh sudutnya, dan orang-orang yang pernah diboikot itu akan menjadi pemegang kendali, para pemimpin yang memutuskan persoalan, dan mereka menjadi tawanan yang mengharapkan ampunan. Mereka hanya meyakini bahwa hari ini dan nanti adalah milik mereka, akan tetapi Allah balikkan harapannya, dan memberikan kemenangan besar kepada pembawa kebenaran.</li>
</ol>
<p><em>“Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya.”</em> (Arrum: 4-5).</p>
<p><strong>Pelajaran Berharga</strong></p>
<p>Motivasi akidah adalah satu-satunya motivasi kaum muslimin untuk memeluk Islam, meskipun menghadapi tekanan keras, dan tidak ada motivasi lain, apalagi yang bersifat materi.</p>
<ul type="disc">
<li>Di antar cara bijak para da’i menghadapi ahlul batil adalah dengan argumentasi dan bukti, serta mendakwahinya dengan berangkat dari realitas yang mereka alami, tidak boleh menyikapi siksaan dengan siksaan, makian dengan makian.</li>
<li>Seorang muslim tidak boleh tunduk dan bertahan dengan gangguan jika mampu membalasnya, atau ada orang yang membantunya menangkis siksaan itu. Seperti yang dilakukan kaum muslimin ketika Hamzah dan Umar masuk Islam, serta bantuan keluarga seperti Abu Thalib.</li>
<li>Diperbolehkan bagi seorang muslim untuk menangkis ahlil batil, mengungkapkan kepalsuan akidahnya, penyimpangan fikrahnya dengan serangan tidak membahayakan diri da’i dan teman-temannya dari jebakan musuh.</li>
<li>Seorang pemimpin sukses adalah yang mampu mencerahkan pasukan dan potensinya untuk menghindari gangguan, dan beralih kepada peperangan terbuka melawan musuhnya pada waktu, tempat yang baik bagi da’wah.</li>
<li>Hijrah kaum muslimin ke Habasah adalah buah dari hubungan baik antara Islam dan Nasrani, serta kesepakatan untuk melawan kaum musyrikin, optimalisasi kekuatan yang tidak mengganggu dan memusuhi Islam dengan terbuka.</li>
<li>Jika seorang muslim komitmen dengan akidah yang lurus, maka akan mengusir kebimbangan hatinya, menguatkan cahaya keyakinan hatinya.</li>
<li>Kaum kafir melakukan pemutusan total dengan Rasulullah dan kaum muslimin karena Islam mulai menggoncang sendi-sendi aqidah mereka yang batil dan eksistensi spiritualnya dengan kuat. Mereka hanya mengikuti agama nenek moyang dan para pendahulunya.</li>
<li>Para pemimpin simbolis yang mendapatkan keuntungan materi, status sosial adalah orang-orang pertama yang memusuhi Islam, dan akan terus memusuhinya karena ia takut kehilangan posisi dan popularitas diri. Kehilangan kekuasaan dan kedudukan.</li>
<li>Masuk Islamnya Umar dan Hamzah adalah masuk Islamnya pemimpin yang akan berperan banyak dalam keseimbangan haq (benar) dan batil (salah).</li>
<li>Kaum muslim memanfaatkan semangat      kesukuan dalam mencabut embargo</li>
<li>Para da’i ilallah keluar dari ujian dan penderitaan yang menimpanya dalam keadaan lebih tangguh, lebih kaya pengalaman, lebih mampu bergerak mencapai sasarannya, ketika mereka dapat mengambil buah ujian itu.</li>
<li>Tsiqah yang utuh dengan janji Allah yang akan memberi pertolongan dan tsiqah yang utuh kepada pemimpin dibarengi dengan harapan pahala di sisi Allah.</li>
<li>Berkorban dengan jiwa dan yang paling      berharga adalah ciri para da’i yang mengharapkan balasan dari Allah.</li>
<li>Pertolongan itu pasti datang jika      sifat-sifat kelayakan untuk mendapatkan pertolongan itu terpenuhi.</li>
<li>Ahlul batil mengeluarkan hartanya untuk meninggikan kebatilannya, maka menjadi kewajiban ahlul haq untuk membelanjakan yang mahal dan mulia dalam rangka meninggikan kalimatul haq (kebenaran).</li>
<li>Bangsa Arab meski dalam jahiliyah memiliki janji dan kesepakatan yang tidak bisa dilanggar kecuali jika menyatakan dengang terbuka pembatalah janji itu. Dari itulah mereka tidak bisa keluar dari isi pengumuman itu sebelum pengumuman itu dirobek.</li>
<li>Allah swt menjaga kaum muslimin, dan menundukkan tokoh-tokoh kafir untuk membela mereka dan memecah barisan kaum musyrikin.</li>
<li>Allah memiliki beberapa pasukan, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah yang bekerja untuk membantuk kaum muslimin, seperti yang dilakukan tanah terhadap lembar pengumuman embargo. Allahu a’lam.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>a. <em>As-Sirah An-Nabawiyah Durusun wa ‘Ibar</em>, karya – DR. Musthafa As-Siba’</p>
<p>b. Sirah Nabawiyah – Ibnu Hisyam</p>
<p>c. Zaadul Ma’ad – Ibnul Qayim</p>
<p>d. Arrahiqul Makhtum – Al Mubarak Furi</p>
<p>e. Nurul Yaqin – Khudhari</p>
<p>f. Assirah Annabawiyah – Ibnu Katsir</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=144&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2010/06/04/boikot-kuffar-quraisy-terhadap-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar Dan Shalat Sebagai Penolong</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2009/05/27/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2009/05/27/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 05:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/2009/05/27/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46) &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2009/05/27/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=137&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span>Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA</span></strong></p>
<p><em>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.</em> (Al-Baqarah: 45-46)</p>
<p><span id="more-137"></span></p>
<p>Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat khusus ditujukan kepada Bani Israel karena konteks ayat sebelum dan sesudahnya ditujukan kepada mereka, namun secara esensi bersifat umum ditujukan untuk mereka dan selain mereka. Bahkan setiap ayat Al-Qur’an, langsung atau tidak langsung sesungguhnya lebih diarahkan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya mereka yang mau dan siap menerima pelajaran dan petunjuk apapun dari Kitabullah. Maka peristiwa yang diceritakan Allah Taala tentang Bani Israel, terkandung di dalamnya perintah agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami mereka. Begitulah kaidah dalam setiap ayat Al-Qur’an sehingga kita bisa mengambil bagian dari setiap ayat Allah swt. “<em><strong>Al-Ibratu Bi’umumil Lafzhi La Bikhusus sabab</strong></em>” (Yang harus dijadikan dasar pedoman dalam memahami Al-Qur’an adalah umumnya lafazh, bukan khususnya sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya”.</p>
<p>Perintah dalam ayat di atas sekaligus merupakan solusi agar umat secara kolektif bisa mengatasi dengan baik segala kesulitan dan problematika yang datang silih berganti. Sehingga melalui ayat ini, Allah memerintahkan agar kita memohon pertolongan kepada-Nya dengan senantiasa mengedepankan sikap sabar dan menjaga shalat dengan istiqamah. Kedua hal ini merupakan sarana meminta tolong yang terbaik ketika menghadapi berbagai kesulitan. Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, “<em>Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat</em>“.</p>
<p>Huzaifah bin Yaman menuturkan, “<em>Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat</em>“. Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, “<em>Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo’a sampai pagi</em>“.</p>
<p>Dalam riwayat Ibnu Jarir dijelaskan bagaimana pemahaman sekaligus pengamalan sahabat Rasulullah saw terhadap ayat ini. Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas melakukan perjalanan, kemudian sampailah berita tentang kematian saudaranya Qatsum, ia langsung menghentikan kendaraanya dan segera mengerjakan shalat dua raka’at dengan melamakan duduk. Kemudian ia bangkit dan menuju kendaraannya sambil membaca, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“.</p>
<p>Secara khusus untuk orang-orang yang beriman, perintah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong ditempatkan dalam rangkaian perintah dzikir dan syukur. “<em>Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar</em>“. (Al-Baqarah: 152-153). Dalam kaitan dengan dzikir, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong adalah dzikir. Siapa yang berdzikir atau mengingat Allah dengan sabar, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat.<br />
Masih dalam konteks orang yang beriman, sikap sabar yang harus selalu diwujudkan adalah dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah Taala, karena beban berat yang ditanggungnya akan terasa ringan jika diiringi dengan sabar dan shalat. Ibnul Qayyim mengkategorikan sabar dalam rangka menjalankan perintah Allah Taala termasuk sabar yang paling tinggi nilainya dibandingkan dengan sabar dalam menghadapi musibah dan persoalan hidup.</p>
<p>Syekh Sa’id Hawa menjelaskan dalam tafsirnya, <strong><em>Asas fit Tafasir</em></strong> kenapa sabar dan shalat sangat tepat untuk dijadikan sarana meminta pertolongan kepada Allah Taala. Beliau mengungkapkan bahwa sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati. Keduanya (sabar dan shalat) digandengkan dalam kedua ayat tersebut dan tidak dipisahkan, karena sabar tidak sempurna tanpa shalat, demikian juga shalat tidak sempurna tanpa diiringi dengan kesabaran. Mengerjakan shalat dengan sempurna menuntut kesabaran dan kesabaran dapat terlihat dalam shalat seseorang.</p>
<p>Lebih rinci, syekh Sa’id Hawa menjelaskan sarana lain yang terkait dengan sabar dan shalat yang bisa dijadikan penolong. Puasa termasuk ke dalam perintah meminta tolong dengan kesabaran karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Sedangkan membaca Al-Fatihah dan doa termasuk ke dalam perintah untuk meminta tolong dengan shalat karena Al-Fatihah itu merupakan bagian dari shalat, begitu juga dengan do’a.<br />
Memohon pertolongan hanya kepada Allah merupakan ikrar yang selalu kita lafadzkan dalam setiap shalat kita, “<em>Hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan</em>“. Agar permohonan kita diterima oleh Allah, tentu harus mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya. Salah satu dari petunjuk-Nya dalam memohon pertolongan adalah dengan sentiasa bersikap sabar dan memperkuat hubungan yang baik dengan-Nya dengan menjaga shalat yang berkualitas. Disinilah shalat merupakan cerminan dari penghambaan kita yang tulus kepada Allah.</p>
<p>Esensi sabar menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dapat dilihat dari dua hal: <em>Pertama</em>, sabar karena Allah atas apa yang disenangi-Nya, meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. <em>Kedua,</em> sabar karena Allah atas apa yang dibenci-Nya, walaupun hal itu bertentangan keinginan hawa nafsu. Siapa yang bersikap seperti ini, maka ia termasuk orang yang sabar yang Insya Allah akan mendapat tempat terhormat.</p>
<p>Betapa kita sangat membutuhkan limpahan pertolongan Allah dalam setiap aktivitas dan persoalan kehidupan kita. Adalah sangat tepat jika secara bersama-sama kita bisa mengamalkan petunjuk Allah dalam ayat di atas agar permohonan kita untuk mendapatkan pertolongan-Nya segera terealisir. <em>Amin</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=137&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2009/05/27/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jihad di Jalan Allah</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2009/04/20/jihad-di-jalan-allah/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2009/04/20/jihad-di-jalan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 04:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Dari Buku: Ma&#8217;alim fith Thariq atau Petunjuk Jalan. Penulis: Sayyid Qutb. Adalah pemikiran yang salah dan campur aduk yang ingin membatasi jihad Islam ke dalam lingkungan yang sangat sempit dengan diberi nama “Jihad yang berbentuk mempertahankan diri&#8221;. Al-Imam Ibnul-Qayyim telah &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2009/04/20/jihad-di-jalan-allah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=134&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari Buku: Ma&#8217;alim fith Thariq atau Petunjuk Jalan. </strong></p>
<p><strong>Penulis: Sayyid Qutb.</strong></p>
<p><span class="intro2">Adalah pemikiran yang salah dan campur aduk yang ingin membatasi jihad Islam ke dalam lingkungan yang sangat sempit dengan diberi nama “Jihad yang berbentuk mempertahankan diri&#8221;.</span></p>
<p><span class="intro2"><span id="more-134"></span></span>Al-Imam Ibnul-Qayyim telah membuat uraian ringkas mengenai masalah jihad dalam Islam melalui sebuah bukunya yang berjudul Zaadul-Maad dalam fasal yang berjudul “Susunan Petunjuk Rasulullah mengenai Orang Kafir dan Munafiq Sejak Mulai Nabi Dibangkitkan Hingga Beliau Wafat.”</p>
<p>Uraian itu sebagai berikut: “Wahyu yang mula-mula sekali diturunkan kepada Rasulullah SAW ialah wahyu yang menyuruhnya membaca dengan nama Tuhannya. Wahyu inilah<br />
yang menandakan permulaan kenabian beliau. Dalam peringkat ini, beliau disuruh membaca untuk diri beliau sendiri dan belum disuruh menyampaikannya kepada orang lain.</p>
<p>Kemudian turun pula ayat “Wahai Orang Yang Sedang Berselimut, Bangkit dan Sampaikanlah Ancaman Allah SWT.” Pengangkatan beliau menjadi Nabi melalui surah BACALAH (Iqra’) dan pengangkatan beliau menjadi rasul melalui ayat “Wahai orang yang sedang berselimut” (surah al-Mudattsir: 1 ).</p>
<p>Beliau kemudian disuruh menyampaikan berita ancaman kepada kaum keluarganya yang terdekat, diikuti pula dengan penyampaian seruan yang beliau lakukan kepada seluruh kaumnya, kemudian kepada orang-orang Arab di sekelilingnya, terus kepada seluruh bangsa Arab dan umat manusia.</p>
<p>Beliau hidup sepuluh tahun lebih sesudah kenabiannya menyampaikan dakwah tanpa kekerasan dan peperangan, juga tanpa pungutan jizyah. Beliau telah disuruh berlembut serta tahan menderita. Sesudah itulah, beliau diizinkan berhijrah ke Madinah dan diperbolehkan berperang. Lalu beliau disuruh memerangi orang yang memeranginya dan jangan mengganggu orang yang tidak mengganggu dan tidak memusuhinya.</p>
<p>Sesudah itu, beliau diperintah memerangi orang musyrikin hingga agama itu menjadi kepunyaan Allah SWT.</p>
<p>Setelah keluarnya perintah jihad ini, orang kafir terbagi menjadi tiga golongan:<br />
1. Golongan yang berdamai dan tidak memusuhi Islam.<br />
2. Golongan yang memusuhi dan memerangi Islam.<br />
3. Golongan dzimmi, yaitu golongan yang menyatakan kepatuhannya kepada negara Islam dan mendapat jaminan hidup aman di bawah pemerintahan Islam.</p>
<p>Terhadap golongan pertama, yaitu golongan yang berdamai tidak memusuhi Islam, beliau disuruh menunaikan hak mereka, dan diperintah supaya setia memegang janji dengan mereka, selama mereka tidak melanggar janji itu. Seandainya ada keraguan kalau mereka berlaku curang dan khianat, maka perjanjian itu bisa dihapus. Tapi, dicek dulu sikap mereka dan jangan memerangi mereka sehingga diberitahu bahwa mereka telah bersikap khianat dan melanggar janji, kemudian baru menyatakan perang kepada mereka.</p>
<p>Surah Baraah (dikenal juga dengan nama Surah Attaubah) merupakan panduan yang lengkap dalam hal perjanjian damai dan perang.</p>
<p>Beliau telah diperintah memerangi musuhnya dari golongan ahlil-kitab hingga mereka membayar jizyah atau mereka masuk Islam. Beliau disuruh juga memerangi orang kafir yang lain dari ahlil-kitab dan kaum munafiq dan bersikap keras terhadap mereka. Lalu beliau pun memerangi orang-orang kafir dengan menggunakan senjata dan menghadapi orang-orang munafiq dengan menggunakan hujjah dan alasan dalam perdebatan.</p>
<p>Beliau juga telah diperintah melepaskan diri dari ikatan janji setia terhadap orang-orang kafir dan menghapus segala perjanjian setia seperti itu.</p>
<p>Di samping itu pula, orang-orang kafir yang terikat dengan janji itu terbagi kepada tiga golongan:</p>
<p>1) Golongan yang diperintah supaya dimusuhi dan diperangi, yaitu golongan yang sengaja melanggar janji itu. Beliau pun terus memerangi mereka hingga beliau beroleh kemenangan.</p>
<p>2) Gologan orang kafir yang terikat janji dengan beliau untuk suatu waktu tertentu dan mereka tidak melanggar janji itu dalam waktu yang telah ditetapkan dan tidak menonjolkan sikap permusuhan terhadap beliau. Untuk golongan ini, beliau diperintahkan supaya memegang janji itu hingga habis waktunya.</p>
<p>3) Golongan yang tidak terikat segala janji dengan beliau dan tidak juga memusuhi beliau. Kepada golongan ini, beliau disuruh memberi waktu empat bulan. Bila selesai waktku empat bulan itu beliau pun memerangi golongan yang melanggar janjinya, dan memberi waktu kepada golongan yang tidak terikat dengan segala janji, atau pun terikat dengan suatu janji yang terbuka, untuk selama empat bulan.</p>
<p>Beliau juga diperintah menunaikan janji kepada golongan yang setia memegang janjinya sehingga selesai masa janji itu, lalu mereka semua pun menganut Islam. Setelah selesai waktu yang dijanjikan, beliau pun membuat ketetapan bahwa orang-orang yang tidak mau menganut Islam tapi menginginkan perlindungan (dzimmah) supaya membayar jizyah.</p>
<p>Dengan demikian, maka setelah turunnya Surah Baraah, orang kafir terbagi kepada tiga golongan dan kategori:<br />
1) Golongan yang memusuhi beliau (Rasulullah SAW)<br />
2) Golongan yang terikat dengan janji<br />
3) Golongan yang memohon perlindungan (dzimmah)</p>
<p>Lalu sebagian besar golongan yang berdamai dan terikat dalam perjanjian dengan beliau dan golongan yang memohon perlindungan itu menganut agama Islam, hingga kemudiannya orang-orang kafir itu terbagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan musuh dan golongan yang mohon perlindungan (dzimmi), sedangkan golongan yang bermusuhan dengannya senantiasa takut kepadanya.</p>
<p>Jadi, penduduk dunia di zaman beliau SAW ada tiga golongan saja, yaitu:<br />
1) Golongan umat Islam yang percaya kepada ajaran-ajarannya.<br />
2) Golongan kafir yang berdamai dengannya dan memohon perlindungannya.<br />
3) Golongan kafir yang memusuhinya, tapi senantiasa takut dengan kekuatannya.</p>
<p>Adapun mengenai sikap dan tindakannya terhadap orang munafiq, maka beliau saw. telah diperintah menerima saja sikap lahir mereka dan menyerahkan hakikat rahasia hati mereka kepada Allah. Beliau juga diminta untuk menghadapi mereka dengan menggunakan hujjah dan alasan serta kebijaksanaan, seperti mana beliau telah diperintah supaya bersikap keras dan tegas terhadap mereka bilamana perlu.</p>
<p>Beliau juga telah diarahkan supaya menjawab dan menangkis kata-kata ejekan dan sindiran mereka dengan kata-kata yang setimpal. Malah Allah SWT pernah melarang beliau menshalati dan mendoakan jenazah mereka serta menziarahi kuburan mereka. Allah SWT memberitahu beliau bahwa seandainya beliau (Rasulullah SAW sendiri) yang memohon supaya Allah mengampunkan orang-orang munafiq itu, mereka tidak akan diampuni. Inilah sikapnya terhadap musuh-musuhnya dari kalangan orang kafir dan munafiq.</p>
<p>Dari keterangan ringkas yang sangat jelas dan tepat mengenai peringkatperingkat perjuangan (jihad) di dalam Islam, maka terang dan nyatalah sudah ciri-ciri asli dalam jalannya gerakan agama ini, yang perlu diperhatikan. Di samping itu kita juga dapat memberi penjelasan dan membuat uraian secara ringkas pula:</p>
<p>Ciri pertama: fakta-fakta yang benar-benar berlaku di dalam gerakan agama ini; gerakan menghadapi realitas hidup manusia, menghadapinya dengan cara yang sesuai dan selaras dengan wujudnya di dalam kenyataan. Ia hadapi jahiliyah dalam segi iktikad dan konsep, dan dengan demikian maka gerakan Islam itu menghadapi realitas dengan membawa perkara-perkara yang selaras dengan realitas itu sendiri.</p>
<p>Ia menghadapinya dengan dakwah dan seruan, dengan keterangan dan penjelasan untuk membetulkan iktikad dan kepercayaan, ia hadapi dengan kekuatan dan perjuangan untuk menghapus sistem dan kekuasaan yang sedang berkuasa dan merintangi jalannya, yang menghalanginya dari menyampaikan kebenaran kepada umat manusia, yang menekan mereka dengan kekerasan dan paksaan serta penyesatan supaya mereka mengabdikan diri kepada Tuhan yang lain daripada Tuhan mereka yang sebenar gerakan yang tidak cukup dengan keterangan dan penjelasan saja dalam menghadapi kekuasaan yang berbentuk materi, seperti juga ia tidak menggunakan kekerasan dan kekuasaan materi dalam menghadapi hati nurani umat manusia.</p>
<p>Ini semua adalah sama dalam jalan gerakan agama ini untuk mengajak manusia supaya tidak<br />
mengabdikan diri kepada sesama manusia dan kembali mengabdikan diri kepada Allah saja sebagaimana keterangan yang akan disebutkan nanti.</p>
<p>Ciri yang kedua dari program agama ini ialah realitas dari sebuah organisasi, karena agama ini merupakan satu gerakan yang punya banyak tahap dan peringkat. Setiap tahap dan peringkat itu mempunyai jalan dan cara yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya yang sebenar, dan setiap peringkat itu pula berhubungan rapat dengan peringkat-peringkat berikutnya.</p>
<p>Agama ini tidak cukup menghadapi realitas itu dengan teori saja, seperti juga ia tidak menerima peringkat-peringkat realitas itu dengan cara beku dan kaku. Orang-orang yang membawa ayat-ayat Al-Quran sebagai dalil mengenai program agama ini dalam masalah jihad, tanpa memperhatikan ciri ini, dan tanpa memberikan perhatian berat kepadanya di dalam tahap-tahap dan peringkat yang dilalui oleh program itu, serta jalinan hubungan ayat-ayat Al-Quran itu dengan setiap tahap dan peringkat perjuangan orang-orang yang berbuat demikian adalah orang-orang yang mencampur aduk dan memalingkan hakikat agama ini ke arah jalan yang menyesatkan.</p>
<p>Mereka membawa ayat-ayat Al-Quran itu ke arah dasar dan kaedah yang bertentangan dengannya. Mereka beranggapan bahwa setiap patah ayat Al-Quran itu adalah merupakan nas terakhir dan malah merupakan kaedah asasi yang terakhir. Lalu mereka katakan &#8211; sedang mereka adalah orang-orang yang busuk jiwa dan fikiran di bawah tekanan dan pengaruh realitas, mereka adalah orang-orang yang lumpuh dan putus asa melihat kelemahan dan kerendahan hidup sebagian orang-orang Islam yang masih tinggal nama saja.</p>
<p>Mereka beranggapan bahwa Islam itu berjuang dan berjihad semata-mata hanya untuk mempertahankan diri saja! Mereka menyangka bahwa mereka berbuat bakti kepada agama ini dengan menariknya keluar dari program asalnya yaitu menghapuskan taghut dari bumi Allah ini dan menyuruh manusia mengabdikan diri kepada Allah Yang Maha Esa. Menyelamatkan umat manusia dari menyembah dan memuja sesama umat manusia kepada menyembah dan memuja Allah, bukan dengan cara memaksa mereka menganut agama ini; dengan cara memberi peluang kepada mereka mengkaji hakikat akidah agama ini, sesudah sistem politik jahiliyah yang sedang berkuasa itu dihancurkan, atau setelah sistem pemerintahan jahiliyah itu dikalahkan dan menyerah diri kepada akidah ini, dan memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk menganut atau tidak menganut akidah ini berdasarkan kebebasan dan kemerdekaan yang sebenarnya.</p>
<p>Ciri yang ketiga ialah bahwa walaupun bentuk gerakan senantiasa berubah dan cara selalu bertukar ganti, tapi tidak boleh menyebabkan agama ini menyeleweng dari kaedah dan tujuan yang telah ditentukan.</p>
<p>Agama ini –sejak hari-hari pertamanya – baik ketika ia mengarahkan percakapannya kepada keluarga Nabi yang terdekat, atau kepada kaum Quraisy dan seluruh umat manusia di dunia ini, sesungguhnya ia memperkatakan tentang satu kaedah saja dan meminta mereka bertumpu kepada satu tujuan saja, yaitu memurni dan mengikhlaskan pengabdian mereka kepada Allah saja dan keluar sama sekali dari setiap bentuk pengabdian kepada sesama umat manusia.</p>
<p>Setelah itu, dia hendaklah terus bergerak dan bertindak melaksanakan planning yang telah ditetapkan, melalui tahap dan peringkat tertentu, dengan caranya sendiri, seperti telah kita uraikan di atas.</p>
<p>Ciri yang keempat ialah ketetapan syariat mengenai hubungan antara masyarakat Islam dengan masyarakat-masyarakat lain, mengikut cara dan dasar dari ringkasan yang telah kita petik dari buku ZAADUL MA&#8217;AD dan berjalannya ketetapan di atas landasan bahwa penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah itulah yang berbentuk universal yang seluruh umat manusia mesti berteduh di bawah lindungannya dan janganlah ada sedikit pun penghalang berupa sistem politik dan pemerintahan atau kekuatan materialis atau suasana yang menghalangi terlaksananya penyerahan diri kepada Allah. Hendaklah diberi kebebasan sepenuhnya kepada setiap individu untuk memilih sendiri, apakah dia mau atau tidak, tanpa sedikit pun halangan dan paksaan.</p>
<p>Seandainya ada pihak mana saja yang menghalangi dan memaksa, maka sudah menjadi kewajiban Islam untuk memeranginya hingga ia tewas atau menyerah diri.</p>
<p>Orang-orang yang rusak jiwa dan fikiran, yang menulis mengenai masalah JIHAD DALAM ISLAM dengan maksud mempertahankan Islam dari serangan orang; lantas mereka mencampur-adukkan program dan dasar agama Islam mengenai “tiada paksaan dalam beragama”, dengan dasarnya untuk menghancurkan kekuatan dan kekuasaan politik yang berbentuk materi yang bisa menghalangi umat manusia dari menganut Islam, kekuatan dan kekuasaan yang telah menjadi puncak umat manusia saling mengabdikan diri kepada sesama umat manusia dan menghalangi mereka dari mengabdikan diri kepada Allah Yang Maha Esa. Sedangkan keduanya (yaitu program Islam mengenai tiada paksaan dalam beragama dan programnya untuk menghapus segala kekuasaan yang menghalanginya) adalah merupakan masalah yang terpisah dan tidak bisa dicampur-aduk.</p>
<p>Oleh karena campur-aduk dan fikiran seperti itulah yang telah mereka coba untuk membatasi jihad Islam itu ke dalam lingkungan yang sangat sempit dengan diberi nama “Jihad yang berbentuk mempertahankan diri” sedangkan jihad dan perjuangan Islam itu adalah suatu masalah lain yang tiada sangkut pautnya dengan peperangan umat manusia zaman kini seperti yang dikenal sekarang.</p>
<p>Sudah sepatutnya diberikan perhatian tentang sebab musabab jihad Islam diikuti dari ciri perkataan “Islam” yang berarti “penyerahan diri” itu sendiri dan juga dari peranannya dalam dunia ini, dari tujuan dan matlamat tertingginya yang telah ditetapkan oleh Allah yang telah menyebutkan bahwa untuk mencapai matlamat itulah maka Rasulullah SAW telah diutus membawa pengajaran dan risalahnya dan dijadikan beliau sebagai penutup segala nabi.</p>
<p>Islam adalah merupakan suatu proklamasi umum untuk membebaskan “umat manusia” di “bumi” ini dari menjadi mangsa pengabdian oleh manusia atas sesama manusia, dari menjadi mangsa pengabdian kepada hawa nafsu serakahnya, hawa nafsu yang pada hakikatnya adalah sama-sama menjadi hamba Allah. Proklamasi itu berbentuk pengakuan ketuhanan Allah Yang Maha Esa.</p>
<p>Proklamasi ketuhanan Allah itu berarti suatu revolusi sepenuhnya terhadap kekuasaan sesama umat manusia dalam segenap bentuk dan rupa serta dalam apa pun bentuk pemerintahan umat manusia di atas muka bumi ini, di mana saja umat manusia itu menjalankan pemerintahan berpandu kepada undang-undang bikinan mereka sendiri; atau dengan perkataan lain: KETUHANAN manusia dalam apa pun bentuknya.</p>
<p>Pemerintahan yang menjadikan manusia-manusia sebagai sumber kekuasaan dan undang-undangnya dalam mana suatu golongan manusia dianggap sebagai pihak yang berkuasa dan menjadi TUHAN yang berhak menentukan nasib golongan yang lain.</p>
<p>Sesungguhnya, proklamasi itu berarti mengambil balik kekuasaan Allah yang telah dirampas dan direnggut itu untuk dikembalikan kepada Allah, juga berarti menghalau dan menghapuskan para perampok yang masih memperkosa kekuasaan Allah itu, yang memerintah umat manusia berdasarkan undang-undang yang mereka buat sendiri.</p>
<p>Mereka itu &#8211; dengan perbuatan seperti itu &#8211; telah meletakkan diri mereka sendiri setaraf dengan Allah dan rakyat yang mereka perintah pula adalah setaraf dengan hamba abdi. Proklamasi itu juga berarti menghancurkan pemerintahan manusia untuk digantikan oleh pemerintahan Allah di bumi-Nya, seperti yang digambarkan oleh Al-Quran:</p>
<p>“Dan Dialah [Allah] itu Tuhan yang berkuasa memerintah di langit dan berkuasa juga memerintah di bumi.” (Az Zukhruff: 84)</p>
<p>dan FirmanNya,<br />
“Kekuasaan dan pemerintahan itu adalah kepunyaan Allah Dia [Allah] perintahkan kamu sekalian jangan mengabdikan diri kepada yang lain daripada-Nya [Allah]. Itulah agama yang lurus.” (Yusuf: 40)</p>
<p>dan firmanNya,<br />
“Katakanlah [ajarkanlah] wahai Muhammad: wahai ahli kitab, marilah kita [pegang] satu saja [dasar] antara kami dan kamu: [Yaitu] dasar bahwa kita tidak [akan] menyembah [mengabdikan diri] kepada Tuhan yang lain daripada Allah, dan kita tidak akan sekutukan sesuatu apa pun dengan-Nya [Allah] dan tidak pula setengah kita [orang awam atau rakyat jelata] menganggap setengah yang lain sebagai Tuhan, selain daripada Allah. Dan seandainya mereka [masih] berkeras juga, maka katakanlah kepada mereka: Persaksikanlah bahwa kami semuanya adalah orang Islam [yang menyerah diri sepenuhnya kepada Allah]. (Ali Imraan: 64)</p>
<p>Pemerintahan Allah di bumi-Nya ini tidak mungkin tegak terlaksana dengan cara pemerintahan itu dikendalikan oleh orang atau golongan tertentu, seperti para padri dan pendeta dan orang-orang yang menamakan dirinya tokoh-tokoh atau orang-orang agama, seperti yang telah berlaku dalam sistem pemerintahan gereja di Eropah zaman pertengahan; tidak pula dalam bentuk orang atau golongan tertentu berbicara sebagai wakil Tuhan, seperti yang berlaku di dalam sistem pemerintahan THEOCRACY atau “Kerajaan Suci”.</p>
<p>Bukan itu bentuknya. Melainkan, dengan melaksanakan syariat Ilahi dan semua urusan hidup dijalankan berpandu kepada ajaran Allah.</p>
<p>Menegakkan Kerajaan Allah di muka bumi ini, melaksanakan syariat dan undang-undang Allah, merebut kembali kekuasaan Allah dari tangan manusia durjana yang merampas hak-hak Allah, memansukhkan undang-undang bikinan manusia tidak akan berhasil hanya dengan berdakwah saja, bertabligh dengan berpidato saja. Orang-orang yang kecanduan mencengkram leher sesama manusia, kecanduan merampas kekuasaan Allah, tidak akan menyerahkan kekuasaan mereka hanya dengan dakwah, tabligh dan penerangan saja. Sebab kalau dakwah tabligh dan penerangan saja sudah cukup, maka alangkah ringan dan mudahnya tugas itu dan alangkah mudahnya kerja para Rasul menegakkan agama Allah di muka bumi ini sejak zaman berzaman.</p>
<p>Proklamasi umum untuk membebaskan umat manusia daripada menjadi mangsa pengabdian oleh sesama manusia dan menegakkan kekuasaan Allah saja, bukanlah merupakan suatu proklamasi yang berpandukan teori falsafah yang negatif. Ia merupakan proklamasi yang berpijak di bumi nyata dan disertai dengan gerakan yang positif, disertai oleh pelaksanaan yang praktis dalam bentuk suatu sistem pemerintahan yang berpandukan syariat Allah, menghapuskan pengabdian oleh manusia atas sesama manusia, dan umat manusia mengabdikan diri dan bertuhan hanya kepada Allah saja tanpa sekutu bagi-Nya.</p>
<p>Dengan demikian maka hendaklah usaha berdakwah dan memberikan penerangan itu berjalan serentak, dan seimbang dengan gerakan melaksanakan tujuan proklamasi itu.</p>
<p>Oleh karena ia suatu proklamasi umum bagi kemerdekaan dan kebebasan seluruh UMAT MANUSIA di seluruh MUKA BUMI, kemerdekaan dan kebebasan dari segala kekuasaan yang lain dari kekuasaan Allah, maka agama Islam, di sepanjang zaman gerakannya, terpaksa berhadapan dengan beraneka ragam rintangan dan halangan, baik yang berbentuk akidah dan konsep hidup, maupun yang bercorak materi dan realitas, termasuk sistem politik, corak pemerintahan, sosial, ekonomi, pertentangan kelas dan berbagai bentuk ajaran thagut.</p>
<p>Kalaulah penerangan (dakwah) terpaksa menghadapi masalah iktikad dan konsep hidup, maka gerakan terpaksa pula menghadapi beraneka halangan berbentuk materi, bermula dari kekuasaan politik (status quo dan vested interest), yang menguasai bidang kepercayaan di samping melindungi faham perkauman, realitas hidup dan organisasi sosial dan ekonomi yang berliku-liku. Kedua-duanya (penerangan (dakwah) dan gerakan) terpaksa menghadapi realitas KEMANUSIAAN seluruhnya dengan cara yang sesuai dengan peranan dan keadaan masing-masing.</p>
<p>Kedua-duanya adalah syarat mutlak untuk memulakan gerakan membebaskan umat manusia di bumi ini, seluruh UMAT MANUSIA dan di seluruh MUKA BUMI. Syarat mutlak yang mesti dilaksanakan!</p>
<p>Sesungguhnya agama Islam bukanlah hanya sekadar suatu proklamasi kebebasan dan kemerdekaan manusia dan bumi Arab saja! Perutusan dan messagenya bukanlah khas untuk orang-orang Arab saja, sebab dasar dan tajuk percakapannya ialah “manusia” setiap jenis manusia dan lapangannya ialah “bumi”, setiap keping bumi, sebab Allah bukanlah Tuhan bagi orang-orang Arab saja dan bukan juga Tuhan untuk penganut-penganut Islam saja bahkan Dia adalah Tuhan SERU SEKALIAN ALAM dan agama itu adalah bertujuan mengembalikan “alam” ini seluruhnya ke pangkuan TUHAN-nya mencegah mereka dari menyembah dan mengabdikan diri (beribadat) terhadap yang lain daripada-Nya, sebab penghambaan yang paling besar, dalam pandangan Islam, ialah sifat patuh dan tunduk mahusia kepada undang-undang yang dibikin oleh manusia sendiri untuk diterima dan dipatuhi oleh sesama umat manusia inilah dia inti pengertian “ibadat”.</p>
<p>Yang mereka berikrar bahwa “ibadat” itu hanya untuk Allah saja, kepada Allah saja, di hadapan Allah saja, dan siapa saja yang melakukan ibadat, menumpukan pengabdian dan kepatuhan kepada yang lain dari Allah, maka berarti dia telah keluar dari agama Allah, walaupun dia mengaku, mendakwa dan menepuk dada bahwa dia adalah seorang muslim.</p>
<p>Rasulullah SAW telah membuat penegasan bahwa “kepatuhan” dalam peraturan hidup, undang-undang dan dasar pemerintahan itu adalah merupakan sejenis “ibadat” yang menyebabkan orang Kristian (Nasrani) dipandang sebagai orang musyrikin yang menentang dan mengingkari perintah Allah supaya “ibadat” itu ditumpukan kepada Allah saja.</p>
<p>Imam At-tirmidzi telah meriwayatkan, dengan sanadnya, mengenai cerita Adi bin Hatim r.a. bahwa setelah sampai kepadanya dakwah Rasulullah SAW, beliau tidak mau memeluk Islam dan terus melarikan diri ke Syam, karena beliau telah menganut agama Kristian sejak zaman jahiliyah. Seorang saudara perempuannya (barangkali kakaknya) dengan disertai oleh beberapa orang terkemuka kaumnya telah jatuh menjadi orang tawanan tentara Islam; tetapi Rasulullah merasa kasihan kepada saudara perempuannya itu lalu beliau membebaskannya.</p>
<p>Setelah dibebaskan, saudara perempuan Adi bin Hatim pulang menemui beliau (Adi) lalu diajaknya beliau menganut Islam dan datang mengadap Rasulullah SAW di Madinah. Kedatangan mereka berdua, kakak beradik, itu rupanya menjadi buah mulut penduduk Madinah, karena beliau (Adi) masuk menghadap Rasulullah dengan keadaan memakai sebatang salib (cross) perak di lehemya.</p>
<p>Kebetulan pada ketika itu, Rasulullah SAW sedang menyampaikan firman Allah yang bermaksud: Orang-orang Yahudi dan Kristen telah memandang padri-padri, rahib-rahib pendeta dan ketua agama mereka sebagai Tuhan selain dari Allah.</p>
<p>Mendengar bacaan ayat ini Adi pun langsung menjawab: “tidak, mereka itu (Yahudi dan Kristian) tidak menyembah dan melakukan ibadat terhadap para padri dan rahib itu”, lalu Rasulullah SAW pun menjawab dengan tegasnya: “bahkan! ketegasan ini sangat benar, karena pada padri dan rahib itu telah mengharamkan perkara-perkara yang dihalalkan oleh Allah, mereka menghalalkan perkara-perkara yang Allah haramkan, lalu mereka (orang-orang Yahudi dan Kristian itu) terima dan patuh saja menerima keputusan yang dibuat oleh para padri dan rahib itu. Itulah arti dan maksud ibadat mereka terhadap padri dan rahib itu.”</p>
<p>Tafsiran Rasulullah SAW atas firman Allah ini adalah merupakan nas dan sandaran hukum yang pemutus, Yang memberi kesimpulan bahwa sikap tunduk, patuh dan menerima saja dalam masalah perundangan dan pemerintahan adalah juga berarti pengabdian yang dapat menyebabkan individu dan golongan yang berkenaan itu keluar dari agama Islam dan juga bisa membawa arti bahwa sikap seperti itu adalah satu bentuk pendewaan dan pemujaan, malah mempertuhankan sesama manusia sendiri, yaitu suatu masalah yang hendak dikikis habis oleh Islam dan kehadiran Islam pun adalah bertujuan untuk memproklamasikan kebebasan MANUSIA di muka BUMI dari mengabdikan diri kepada yang lain daripada Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=134&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2009/04/20/jihad-di-jalan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Jihad Komprehensif</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2009/03/08/pendidikan-jihad-komprehensif/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2009/03/08/pendidikan-jihad-komprehensif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 13:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Save Palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syekh Muhammad Abdullah Al-Khathib Jihad merupakan ajaran Islam yang paling agung setelah dua kalimah syahadat. Karena jihad adalah bukti loyalitas dan ungkapan cinta pada Islam. Dan jihad secara umum mencakup seluruh aspek kehidupan, yang bertujuan untuk menegakkan masyarakat &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2009/03/08/pendidikan-jihad-komprehensif/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=71&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Syekh Muhammad Abdullah Al-Khathib</strong></p>
<p><span class="intro2">Jihad merupakan ajaran Islam yang paling agung setelah dua kalimah syahadat. Karena jihad adalah bukti loyalitas dan ungkapan cinta pada Islam. Dan jihad secara umum mencakup seluruh aspek kehidupan, yang bertujuan untuk menegakkan masyarakat Islami dan membangun Daulah Islamiah yang ideal. <span id="more-71"></span><br />
</span></p>
<p>Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullâh mengatakan, para ulama sepakat bahwa secara umum jihad hukumnya <em>fardhu ‘ain.</em> Artinya setiap muslim wajib melakukan jihad, baik laki-laki maupun perempuan; baik dengan hati, lisan, harta benda, maupun tangan. Adapun jihad berperang dengan mempertaruhkan nyawa hukumnya <em>fardhu kifâyah</em>. Artinya jika sekelompok muslim telah melakukannya, maka gugurlah kewajiban berjihad atas seluruh muslim lainnya.</p>
<p>Namun jihad ini akan menjadi fardhu `ain pada tiga kondisi, <em>pertama</em>, jika jihad telah diserukan secara umum. <em>Kedua</em>, jika musuh memerangi negeri kaum muslimin. Dan <em>ketiga</em>, jika seorang muslim atau muslimah sedang berada di medan perang.</p>
<p>Jihad sangatlah penting untuk menjaga eksistensi umat Islam sebagai umat yang kuat, disegani, dan tidak menjadi objek keserakahan musuh yang membencinya. Oleh karena itu Allah mencela orang-orang yang malas dan tidak mau berjihad. Allah berfirman,</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu, &#8216;Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah&#8217; kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan dengan kehidupan) akhirat hanyalah sedikit.&#8221;</em> (QS. Al-Taubah: 38).</p>
<p>Jihad merupakan ajaran Islam yang paling agung setelah dua kalimah syahadat. Karena jihad adalah bukti loyalitas dan ungkapan cinta pada Islam. Dan jihad secara umum mencakup seluruh aspek kehidupan, yang bertujuan untuk menegakkan masyarakat Islami dan membangun Daulah Islamiah yang ideal. Oleh karena itu, tabiat dakwah Islam tak pernah terpisah dengan kata jihad.</p>
<p>Orang-orang yang melakukan jihad ini adalah para mujahid. Bagi mereka, duduk berpangku tangan adalah penyakit bahaya terhadap dakwah. Mereka juga meyakini bahwa diam dan istirahat merupakan dua hal yang paling berat.</p>
<p>Ciri-ciri mujahid sejati adalah selalu berfikir untuk menegakkan Islam, memiliki kepeduliaan yang tinggi. Seluruh gerak-geriknya, sikapnya, istirahatnya, perkatannya, obrolannya, keseriusannya, candaannya tetap tidak mengeluarkannya dari spektrum jihad.</p>
<p>Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan, <em>&#8220;Di antara jihad adalah membuncahkan perasaan untuk berkeinginan kuat membangkitkan Islam dan kemuliaannya. Merindukan kegemilangannya. Menangis karena sedih melihat kondisi umat Islam yang lemah, terhina, dan terus terluka terhadap segala sesuatu yang tidak diridai Allah dan Rasul-Nya.&#8221;</em></p>
<p>Jalan jihad itu panjang dan butuh pengorbanan serta kerja keras. Jadi setiap muslim harus terbiasa menanggung beban dan berkorban, sehingga mampu melewati tingkatan-tingkatan jihad dengan baik.</p>
<p><strong>Tingkatan Jihad</strong></p>
<p>Tingkatan jihad paling rendah adalah menentang dengan hati, sedangkan tingkat paling tinggi adalah berperang fî sabîlillâh. Di antara keduanya ada jihad dengan lisan, tulisan, tangan, berkata benar secara tegas di hadapan penguasa zhalim, dan lainnya. Semakin tinggi tingkatan dakwah maka akan semakin tinggi usaha jihad yang dibutuhkan, dan semakin tinggi pula bayaran yang harus dikeluarkan, sehingga dengan itu akan semakin tinggi pula ganjaran yang akan Allah berikan; di dunia, apalagi di akhirat. Beberapa tingkatan jihad adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Tingkatan Pertama: Jihad Melawan Hawa Nafsu</strong></p>
<p>Aplikasinya dengan terus mempelajari kebenaran, mengetahui halal haram, dan mengarahkan nafsu pada ketaatan di jalan Allah. Di antara hak Allah dari hamba-Nya adalah taat pada-Nya dan tidak bermaksiat, mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya, bersyukur pada-Nya dan tidak kufur. Semua ini hanya bisa dilakukan secara optimal dengan jihad, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., <em>“Mujahid adalah orang yang berjihad mengendalikan nafsunya untuk taat kepada Allah, sedangkan muhajir (orang yang melakukan hijrah) adalah mereka yang menjauhkan dirinya dari hal yang dilarang Allah Swt..”</em> (HR. Ahmad).</p>
<p>Jihad nafsu merupakan tangga pertama. Barangsiapa yang tidak mampu menempuh tangga ini maka ia tidak layak meniti tangga berikutnya.</p>
<p><strong>Tingkatan Kedua: Jihad Mengamalkan Ilmu</strong></p>
<p>Karena ilmu tanpa amalan tidak bermanfaat bahkan menghancurkan. Bila ilmu tidak diamalkan maka Islam hanya teori, pengetahuan, dan pemikiran. Dan ilmu ini tidak akan mampu dijalankan secara optimal kecuali dengan berjihad melawan nafsu dan semangat untuk terus beramal. Ini adalah manhaj para sahabat.</p>
<p>Abi Abdurrahman Al-Silmi berkata,<em> “Usman bin Affan, Abdullah ibnu Mas&#8217;ud, dan sahabat lainnya ketika mereka mempelajari 10 ayat dari Rasulullah maka mereka tidak menambah pelajaran ayat lainnya sebelum mereka benar-benar mengetahui dan mengamalkannya. Mereka mengatakan, &#8220;Kami mempelajari ilmu sekaligus amal.&#8221; </em></p>
<p><strong>Tingkatan Ketiga: Jihad Menyebarkan Dakwah Islam</strong></p>
<p>Dakwah berarti mengajarkannya kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Tingkatan jihad ini sangat penting, apalagi ketika kerusakan, kemaksiatan, kelalaian telah menggurita di masyarakat. Hukum Allah telah hilang dari muka bumi. Berjihad di jalan dakwah ini mengharuskan menanggung beban yang berat, hinaan, tidak berleha-leha, mengetahui secara yakin yang didakwahkan, dan berjihad hanya untuk meninggikan kalimat Allah.</p>
<p><strong>Tingkat Keempat: Jihad Menaklukkan Godaan Setan</strong></p>
<p>Ibnu Qayyim membagi dua tingkatan ini, [1] Jihad melawan syubhat (menangkal segala hal yang menyebabkan sesorang ragu dalam keimanannya). [2] Jihad melawan keinginan yang menghancurkan dan syahwat. Jihad pertama adalah dengan keyakinan dan jihad kedua adalah dengan kesabaran.</p>
<p>Allah telah memperingati manusia terhadap perang melawan godaan setan. Dalam surat Al-Hijr Allah berfirman yang artinya,</p>
<p><em>&#8220;Iblis berkata, &#8216;Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma&#8217;siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.&#8217;&#8221;</em> (QS. Al-hijr: 39-40).</p>
<p>Ibnu Qayyim mengatakan,<em> &#8220;Sesungguhnya jihad melawan nafsu lebih dahulu dari pada jihad berperang melawan musuh. Barang siapa yang tidak mampu berjihad melawan nafsunya terlebih dahulu; mengerjakan perintahnya dan meninggalkan larangnnya, maka ia tidak berhak untuk berjihad berperang melawan musuh.&#8221;</em> (Zâdul Ma‘âd).</p>
<p>Setelah itu, tingkatan<em> </em><strong><em>jihad paling tinggi adalah berperang di jalan Allah</em></strong>. Barangsiapa yang belum Allah beri kesempatan (taufîq) untuk melakukannya, maka hendaknya ia mencintai para mujahidin dengan sepenuh hati. Mendukung mereka dengan segenap pikiran. Jangan sampai tidak mencintai para mujahid, karena hal ini menyebabkan kerasnya hati dan mendapatkan azab dari Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah yang terkandung dalam surat Al-Taubah ayat 91-93.</p>
<p><strong>Realita Umat Islam yang Memilukan</strong></p>
<p>Umat Islam saat ini masih jauh dari pendidikan jihad yang komprehensif. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal: pertama, kaum sufi yang memahami ibadah secara sempit dan meninggalkan bentuk jihad lainnya. Padahal Islam menolak rahbaniyah (ibadah ruhiah saja seperti yang dilakukan pendeta). Islam juga melarang umatnya untuk memisahkan diri dari masyarakat.</p>
<p>Terkait hal ini, salah seorang sahabat berjalan bersama Rasul dan melewati sebuah tempat yang terdapat mata air tawar yang sangat jernih. Sahabat tersebut pun berkata pada Rasulullah,<em> &#8220;Andai saja saya bisa ber-uzlah (memisahkan diri dari masyarakat) dan menetap di dekat air jernih ini.&#8221; Rasulullah pun bersabda, &#8220;Jangan kau lakukan itu. Sesungguhnya derajat berjihad di jalan Allah lebih baik dari pada shalat di rumah selama 70 tahun. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu dan memasukkanmu ke dalam surga?! Berperanglah di jalan Allah, sesungguhnya barangsiapa yang berperang di jalan-Nya hingga hembusan nafas terakhir maka telah berhak atasnya surga.&#8221; </em></p>
<p>Kedua, partai politik yang tidak mempedulikan jihad. Tidak sedikit politikus yang menjadikan jihad diluar program-program kegiatan mereka. Ketiga, universitas yang tidak mencantumkan materi jihad dalam kurikulumnya.</p>
<p>Hal-hal seperti ini membuat pemuda Islam tumbuh dalam kondisi jauh dari pendidikan termahal dalam agamanya dan jantung Islam. Bahkan ia jauh dari rahasia kemuliaannya dan titik kekuatannya. Dan pendidikan itu tidak lain dan tidak bukan adalah pendidikan jihad dengan makna yang konprehensif dan integral sebagaimana yang telah dipaparakan di atas.</p>
<p>Akhirnya kita harus teguh di jalan Allah, karena dalam surat Al-A&#8217;raf Allah menjanjikan,</p>
<p><em>&#8220;Musa berkata kepada kaumnya, &#8216;Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa saja yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.&#8221; </em>(QS. Al-A&#8217;raf: 128).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=71&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2009/03/08/pendidikan-jihad-komprehensif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Terang “Arsitek” Jihad Palestina</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/jalan-terang-%e2%80%9carsitek%e2%80%9d-jihad-palestina/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/jalan-terang-%e2%80%9carsitek%e2%80%9d-jihad-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 03:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Save Palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi “Wahai kaum muslimin, kalian sudah sangat tahu urusan agama kalian, sampai tak ada satu pun di antara kalian yang tak mengetahuinya. Kalian juga tahu persoalan negeri ini hingga telah sampai kewajiban jihad kepada kalian semua. Atau &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/jalan-terang-%e2%80%9carsitek%e2%80%9d-jihad-palestina/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=59&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span class="postedby">Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi</span></strong></p>
<p>“Wahai kaum muslimin, kalian sudah sangat tahu urusan agama kalian, sampai tak ada satu pun di antara kalian yang tak mengetahuinya. Kalian juga tahu persoalan negeri ini hingga telah sampai kewajiban jihad kepada kalian semua. Atau apakah belum sampai juga pada kalian? Ya Allah, maka saksikanlah!! Berjihadlah wahai umat Islam!! Berjihadlah wahai kaum muslimin!!” Tegas Izzuddin Al-Qossam, imamnya syuhada Palestina, saat khutbah terakhir menjelang syahidnya. <span id="more-59"></span></p>
<p>Cahaya matahari menjadi saksi atas syahidnya seorang ulama mujahid. Syekh Al-Qossam, namun semangatnya masih tetap membakar jiwa seluruh rakyat Palestina. Sampai sekarang, namanya bahkan masih bisa membuat pasukan Israel terkencing-kencing, karena ia menjelma menjadi sekelompok ksatria yang mewarisi semangatnya: Brigade Syahid Izzuddin Al-Qossam.</p>
<p>Subuh adalah sepenggal waktu yang nyaman untuk dinikmati. Karena oksigen masih <em>fresh</em> seperti siraman embun yang jatuh ringan menutupi permukaan bumi. Subuh adalah sebening anak pra aqil baligh yang belum berdosa.Tapi perasaan nyaman terhadap subuh tidak terjadi di Akhros sebuah desa di dataran rendah seputar Haifa.</p>
<p>Sungguh, tiba-tiba subuh tidak lagi bening dan hening. Tikar sajadah baru saja dilipat. Lidah masih basah dengan wirid <em>shabah</em>. Tak ada teh panas yang dapat dinikmati, apalagi roti sebagai penganan pagi. Tidak perduli dengan segala burung yang bernyanyi merayakan datangnya matahari yang membagi sinarnya ke bumi. Pagi itu tepat 20 September 1935, Syekh Al-Qossam dan para sahabatnya harus berhadapan langsung dengan para penyerang yang datang tiba-tiba dari tiga penjuru sekaligus.</p>
<p>Dentuman senjata berat dan ledakan-ledakan terdengar mengusik keindahan pagi dan menyapu hawa dingin dengan panas mesiu. Kilatan senjata pembunuh itu merobek keceriaannya dan menggantinya dengan kepulan awan hitam yang meringis. Serangan membabi buta itu tidak meninggalkan sepenggal rasa kemanusiaan sedikitpun. Inggris dan Yahudi membumi hanguskan pemukiman Syekh Al-Qossam untuk mengakhiri perlawanannya.</p>
<p>Setelah beberapa jam membombardir, serangan itu terhenti tetapi serentetan tembakan sporadis masih terdengar, kemudian sepi. Sebuah ledakan mengguncang, kemudian sunyi kembali. Alam menjadi saksi atas pertempuran yang tak seimbang itu. Inggris mengerahkan 400 tentaranya demi menumpas puluhan pengikut Syekh Al-Qossam.</p>
<p>Di ufuk timur deretan awan lengkung seperti alis yang menyiratkan suasana kelam. Serentetan tembakan kembali terdengar, horison pun kini senyap seperti mata yang pejam. Sebuah ledakkan kembali berguncang, namun tiba-tiba langit seolah mengangkat pelupuknya, dan nyalang terbuka. Dipandanglah matahari, muram dan merah. Dengan berat ditataplah bumi, para pejuang tersungkur, tubuh-tubuhnya hancur, tanah bersimbah darah… Mentari yang baru muncul tak menemukan keceriaan pagi selamanya.</p>
<p>“Pasukan kami telah memasuki permukiman itu, dan sekarang mereka telah menguasai. Sekarang tidak ada konfrontasi, siapapun yang membawa senjata akan ditangkap,” kata komandan operasi Kerajaan Inggris.</p>
<p>“Kami sedang mengejar para buronan dan menahan mereka. Dalam beberapa jam ke depan operasi ini akan membawa hasil penuh.”</p>
<p>Sebelum peristiwa penyerbuan tentara Inggris dan sekutunya itu, sebenarnya Syekh telah mengambil ancang-ancang menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dengan melatih para petani dan masyarakat untuk memegang senjata di dataran tinggi Junein. Namun sebelum revolusi sempat dikobarkan, Inggris dan Yahudi lebih dulu menyapu mereka dengan memperalat tentara Arab dan Palestina..</p>
<p>Syekh Al-Qossam bersama para sahabatnya bisa saja meloloskan diri, namun pantang baginya melarikan diri dari medan pertempuran. Pada waktu itu pasukannya berada pada tempat yang tidak menguntungkan untuk mengadakan perlawanan. Saat itu pasukannya berada di dataran rendah sedangkan musuh berada di balik perbukitan.</p>
<p>Inggris yang licik berhasil memperalat badan keamanan Arab Palestina untuk melancarkan aksinya membungkam perlawanan Syekh dengan meletakkan mereka di 3 barisan pertama. Siasat licik ini dijalankan setelah sebelumnya Inggris menuduh Izzuddin dan lainnya adalah perampok yang selalu membajak pedagang yang sering melewati kawasan tersebut.</p>
<p>Sebelum perlawanan dimulai, Syekh mengingatkan agar jangan melukai pasukan Arab karena mereka cuma diperalat dan tidak tahu apa-apa. Lalu ia mengumandangkan syiar: <em>“Hadzaa jihadun fi sabilillah wal wathon, wa man kaana hadza jihaduhu la yastaslim lighoirillah” </em>dan menyerukan: <em>“muutuu syuhada’….!”</em></p>
<p>Penyerbuan atau lebih tepat sebagai pembantaian itu dimulai pukul 05.30 pagi dan berlangsung selama 4,5 jam. Setelah melakukan perlawanan keras, akhirnya Al-Qassam, Yusuf Al-Zaibari, Muhammad hanafi Al-Misri menemui Syahadah dan 4 orang tertangkap yaitu Arobi Badawi, Muhammad Yusuf, Ahmad Jabir, Hasan Al-Bari dan 2 orang tertangkap karena terluka, Namar bin As- Sa’adi dan As’ad Al-Muflih.</p>
<p>Mendung menyelimuti Haifa, mengiringi kepergian sang mujahid sejati yang dikenal sangat peduli dengan rakyat kecil. Jasadnya dimakamkan di kampung halamannya dekat Haifa.</p>
<p>Muhammad Izzuddin bin Abdul Qodir Mushthofa Al-Qosam, lahir di daerah pegunungan Qadha Al-Ladziqiyyah, Syria pada tahun 1882. Belajar di Al-Azhar dan ketika kembali di kampung halaman, ia langsung terjun ke medan da’wah. Ia sangat lihai berpidato. Kelihaiannya itu ia manfaatkan untuk mendakwahkan Islam kepada orang banyak. Sampai akhirnya menjadi khatib tetap di Masjid Raya Al-Manshur, Jabalah.</p>
<p>Keindahan gaya bahasa yang digunakannya sangat menyentuh hati para hadirin. <em>Muhadharah</em>nya disenangi dan ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin. Kepiawaiannya memilih kata-kata bisa membangkitkan kesadaran hadirin untuk kembali berpegang teguh dengan ajaran agama Islam.</p>
<p>Ia selalu menekankan sifat tawadhu’, akhlak mulia, kecerdasan berinteraksi, istiqomah, pengendalian diri, meluaskan cara pandang, zuhud, sederhana, ikhlas serta siap berkorban tenaga, waktu dan istirahat demi Islam dalam setiap <em>muhadharah</em> yang disampaikannya. Hal-hal yang didakwahkannya ini senantiasa diusahakan agar dapat teraplikasi dalam keseharian dan benar-benar menjadi qudwah yang dicintai masyarakatnya.</p>
<p>Satu hal yang tak pernah lepas dari kehidupannya adalah kepeduliannya terhadap orang miskin dan dhuafa. Para petani diziarahinya sampai ke ladang-ladang tempat mereka bekerja. Para buruh tak lupa disapa dan diajaknya berbincang walaupun hanya sebentar. Ia tak segan-segan menemani mereka di meja makan atau membantu menyelesaikan pekerjaan mereka sekalipun hanya sesaat.</p>
<p>Menjalin ukhuwah dan gemar ber<em>mu’ayasah </em>(berinteraksi di tengah-tengah masyarakat) benar-benar dihayati dan diterapkan dalam kehidupannya. Karena melalui jalan inilah seorang da’i mengerti dan memahami kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Inilah salah satu kunci keberhasilan Syekh Izzuddin dalam da’wahnya mengenalkan Islam kepada masyarakat di sekitarnya yang patut diteladani.</p>
<p>Beliau juga adalah salah seorang pemimpin gerakan revolusi Syria saat melawan Prancis antara 1918-1920, dan pindah ke Palestina setelah revolusi berakhir dan tinggal di Haifa.</p>
<p>Al-Syekh dikenal juga sebagai seorang pemberani. Beliaulah ulama yang paling banyak bersentuhan dengan jihad, suatu hari ia berkata di atas mimbar “Saya melihat seorang pemuda membawa sapu untuk menyapu jalan dan ia di tuduh membawa senapan, dan saya melihat seorang membawa sikat untuk menyemir sepatu dan ia di tuduh membawa pistol untuk membunuh orang asing”.</p>
<p>Tahun 1925 Al-Syekh mulai mendirikan gerakan jihad yang diyakininya sebagai satu-satunya sarana untuk membebaskan Palestina. Amil Al Ghouri berpendapat bahwa, “Gerakan ini merupakan gerakan yang paling berbahaya dalam sejarah gerakan perlawanan bangsa Palestina, bahkan sejarah arab secara keseluruhan.” Gerakan ini mendapat sebutan Organisasi jihad (<em>Al Munazhamah Al-Jjihadiyyah</em>). Tetapi sepeninggal Al-Qassam organisasi ini lebih terkenal dengan sebutan “Jamaah Al-Qassam atau Al-Qassamiyyun” dan slogan dari jihad mereka adalah: ini adalah jihad kemenangan atau mati syahid.</p>
<p>Jamaah ini tidak menerima keanggotaan kecuali setelah disaring dengat sangat ketat. Dan tidak menjadi anggota Jamaah kecuali sebagai seorang mukmin yang siap untuk mati demi membela tanah airnya yaitu seorang yang beragama dan berakidah yang benar.</p>
<p>Al-Qassam diangkat menjadi imam masjid Al-Istiqlal di Haifa, hal ini semakin memperkokoh kedekatannya untuk berhubungan langsung dengan masyarakat dan mencari unsur-unsur pendukung dalam masyarakat. Pada kesempatan yang sama beliau ditunjuk menjadi ketua organisasi pemuda muslim di Haifa. Maka gerakannya semakin meluas ke daerah-daerah dengan mendirikan cabang-cabang bagi organisasi yang pada akhirnya menjadi tempat berlindung bagi anggota-anggota jamaah Al-Qassam di daerah masing-masing.</p>
<p>Kepemimpinan jamaah ini baru tebentuk pada tahun 1928, dan diantara pendukungnya adalah Al Abdu’a, Mahmud Za’rurah, Muhammah Al-Shalih, Khalil Muhammad Isa. Dan pusat pergerakan ini adalah di Haifa. Dan ketua jamaah bertanggung jawab untuk mengatur dan menentukan kebijakan dan keputusan yang penting. Pada tahun 1935 jumlah anggota ini telah mencapai 200 orang yang kebanyakan adalah para juru dakwah yang memilik basis sampai 800 orang.</p>
<p>Gerakan ini terbagi menjadi lima bidang yaitu; bidang pembelian senjata, bidang pelatihan, bidang mata-mata kepada Yahudi dan Inggris ( kebanyakan dari anggotanya adalah mereka yang berada di militer dan birokrasi), bidang propaganda revolusi dan hubungan politik. Pendanaan diambil dari anggota dan para donatur,</p>
<p>Diantara metodenya adalah setiap anggota wajib belajar menggunakan senjata, dan siap untuk melakukan peperangan dalam kondisi apapun di saat telah di umumkan jihad, setiap anggota wajib mempersiapkan sendiri perbekalan dan persenjataannya. Walau mereka kesulitan dan tidak mampu mempersiapkan itu, namun banyak diantara mereka yang rela tidak makan demi untuk membeli senjata dan demi persiapan perang itu sendiri.</p>
<p>Fase perpindahan kepada perlawanan bersenjata, pada akhir tahun 1928, pada bulan agustus 1929 tejadi revolusi kilat (<em>Al-Barraq</em>) sebagai langkah permulaan untuk menguatkan mentalitas para anggota, dan yang bertindak sebagai Pemimpin adalah Al-Qassam sendiri. Ketika genderang perang ditabuh pada tahun 1935 menurut Subhi Shalih –salah seorang anggota-Al- Qassam telah memiliki 1000 pucuk senjata dan basis pertahanan di Al-Ladziqiyyah.</p>
<p>Meskipun Jamaah ini baru mengumumkan perang pada tahun terakhir, tetapi ia telah melakukan berbagai penyerangan-penyerangan antara 1930-1932 sebagai sarana untuk menghilangkan rasa takut dalam diri anggota, mengadakan <em>presure</em> atas pemerintah Arab, Inggris dan Yahudi.</p>
<p>Pada bulan november 1935 Jamaah Al-Qassam ‘Al-Jihadiyyah’ mengumumkan perang! Dan pada akhir bulan oktober, setelah beliau menjual rumahnya di Haifa, kemudian diikuti oleh beberapa anggota yang lain menjual perhiasan milik istrinya, dan menjual sebagian perabot rumah tangga mereka untuk mendapatkan persenjataaan.</p>
<p>Al-Qassam telah mempelopori munculnya revolusi besar 1936-1939. di daeran Nur Al Syams 15 april 1936 yang dipimpin oleh Al Syekh Farhan As-Sa’adi. Sebagaimana mereka juga mempelopori timbulnya gerakan perlawanan 26 september 1937 dengan terbunuhnya seorang gubernur Inggris untuk wilayah Al Jalil “Andrus”.</p>
<p>Lagi-lagi Al-Qassam memiliki andil dalam mengatur dan memimpin revolusi (tiga dari enam pemimpinnya berasal dar Al-Qassam) yang di pilih pada 2 september 1936 dengan Fauzy Al-Qawqaji sebagai pemimpin umum yang berlangsung sampai berakhirnya revolusi 12 oktober 1936.</p>
<p>Di wilayah selatan Palestina yang menjadi pemimpin adalah Abu Ibrahim Al Kabir Al-Qassami, dan kebanyakan dari para pemimpin di daerah ini adalah anggota Al-Qassam (Abu Muhammad al Shofuri, Sulaiman Abdul Jabbar, Abdullah Al Asbah, Taufik Ibrahim, abdullah Al Syair). Di daerah Nablus bendera diusung oleh empat pemimpin, dua diantaranya anggota Al-Qassam, dan masik banyak lagi di tempat-tempat lain. Secara umum Al-Qassam memiliki peran yang sangat strategis dalam revolusi Palestina baik sebagai pemimpin, prajurit, pengambil kebijakan dan strategi perang.</p>
<p>Ketika diumumkan perang besar 1947-1948, tampillah pasukan Al-Qassam di bawah kepemimpinan Al-Hajj Amin Al-Husain sebagai panglima jihad suci (<em>Jihad Al Muqaddass</em>) bersama tentara penyelamat yang dipimpin oleh Fauzi Al-Qawqaji. Di wilayah selatan mereka tetap ikut ambil bagian dalam pertempuran-pertempuran meskipun bukan dari unsur mereka yang menjadi pemimpin. Dan mereka tetap berjihad mengikuti pemimpin tertinggi tersebut.</p>
<p>Al-Qossam hanyalah sebatang busur, dan para sahabatnya laksana anak panah yang meluncur. Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian. Direntangkan-Nya busur itu dengan kekuasaan-Nya hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat. Meliuk dalam suka cita rentangan tangan Sang Pemanah. Sang Pemanah mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.</p>
<p>Keteladanan yang bisa ditiru dari perjuangan beliau adalah keikhlasan, pengorbanan dan senantiasa menebarkan kehangatan dengan orang-orang di sekitarnya. Sifat-sifat ini sangat membantu kesuksesan dalam medan da’wah, jalan yang ditempuh oleh para Nabi utusan Allah. Al-Qossam dan para sahabatnya telah menjadi penghuni rumah masa depan yang kini tengah dinikmatinya. Al-Qossam telah menjadi milik zaman dan sejarahnya.  <em>Birruuh…biddaam…nafdika ya Islam… !!!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=59&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/jalan-terang-%e2%80%9carsitek%e2%80%9d-jihad-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Palestina, Sultan Hidup Merana</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/demi-palestina-sultan-hidup-merana/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/demi-palestina-sultan-hidup-merana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 02:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Save Palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi Sultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/demi-palestina-sultan-hidup-merana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=55&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span class="postedby">Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">S</span></strong><span lang="IN">ultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid berusia 7 tahun. Sultan menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Senang membaca dan bersyair. <span id="more-55"></span><br />
</span></p>
<p><span lang="FR">“<em>Anakku, ayah melihat orang-orang di sini sudah mulai memuji paras cantikmu. Maka mulai hari ini ayah ingin kamu sudah mengenakan hijab dengan sempurna, karena kamu sudah menjadi wanita dewasa sekarang.”</em> Untaian kata penuh kasih sayang itu dituturkan dengan suara lembut oleh Sultan Abdul Hamid II kepada anaknya Aishah saat mereka tengah melintas di depan Masjid Hamidiye Yildiz yang terletak tidak jauh dari pintu masuk istananya.</span></p>
<p><span lang="FR">Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan. Pengeboman itu terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. </span><span lang="EN-GB">Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta memimpin umat. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Di situ juga, Sultan sesekali menunggang kuda ditemani anaknya Aishah, sambil menitahkan arti penting menegakkan syariah bagi muslimah. Sejak saat itu anaknya <em>mutahajibah</em> (berhijab) sempurna, ini menandakan putrinya Aishah Osmanuglu telah memasuki usia aqil baligh. </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Istana Yildiz yang terbuat dari kayu ini adalah tempat tinggal pilihan Sultan Abdul Hamid II, setelah beliau meninggalkan segala bentuk kemewahan kaum keluarganya yang sebelum ini di Istana Dolmabahce.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">S</span></strong><span lang="IN">ultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid berusia 7 tahun. Sultan menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Senang membaca dan bersyair.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebelumnya kekhalifahan dipimpim pamannya yaitu Abdul Aziz yang berkuasa cukup lama. Sultan Abdul Aziz digulingkan kemudian dibunuh oleh musuh politik Khilafah Utsmani<a name="_ftnref2">yyah</a>. Khalifah setelah Abdul Aziz adalah Sultan Murad V, putra Abdul Aziz. Namun kekuasaannya tidak berlangsung lama dan digulingkan setelah 93 hari berkuasa karena dianggap tidak becus menjadi khalifah.</span></p>
<p><span lang="IN">Sultan Abdul Aziz <span> </span>mewariskan negara dalam kondisi yang carut marut. Tunggakkan hutang luar negeri, parlemen yang mandul, campur tangan asing di dalam negeri, tarik menarik antar berbagai kepentingan Dewan Negara dan Dewan Menteri serta  birokrat-birokrat yang korup. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada 41 Agustus 1876 (1293 H), Sultan Abdul Hamid dibai’at sebagai Khalifah. Saat itu usianya 34 tahun. Dia menyadari bahwa pembunuhan pamannya serta perubahan-perubahan kekuasaan yang terjadi saat itu merupakan konspirasi global melawan Khilafah Islamiyah. Namun Sultan Abdul Hamid II dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan baik, sering berbicara dengan berbagai lapisan masyarakat, baik birokrat,  intelektual, rakyat jelata maupun dari kelompok-kelompok yang kurang disukainya (lihat Shaw, 1977:212). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kebijaksanaannya untuk mengayomi seluruh kaum Muslimin membuat ia populer. Namanya sering disebut dalam doa-doa di setiap shalat jumat diseantero bumi. Penggalangan  kekuatan kaum Muslimin dan kesetiaan mereka terhadap Sultan Abdul Hamid II ini berhasil  mengurangi tekanan Eropa terhadap Utsmaniyyah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Abdul Hamid mengemban amanah dengan memimpin sebuah negara adidaya yang luasnya membentang dari timur dan barat. Di tengah situasi negara yang genting dan kritis. Beliau menghabiskan 30 tahun kekuasaan sebagai Khalifah dengan dikelilingi konspirasi, intrik, fitnah dari dalam negeri sementara dari luar negeri ada perang, revolusi, dan ancaman disintegrasi dan tuntutan berbagai perubahan yang senantiasa terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Termasuk upaya-upaya sistematis yang dilakukan kaum Yahudi untuk mendapatkan tempat tinggal permanen di tanah Palestina yang masih menjadi bagian dari wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki Palestina.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan “Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina”, mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kedua, Theodor Hertzl, penulis <em>Der Judenstaat</em> (Negara Yahudi), founder negara Israel sekarang, pada tahun 1896 memberanikan diri menemuai Sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al Quds. Permohonan itu dijawab sultan “Sesungguhnya imperium Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Ustmaniyyah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya Sultan pada tahun 1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal disana lebih dari tiga bulan, paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. </span><span lang="EN-GB">Dan pada tahun 1901 Sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Pada tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap Sultan Abdul Hamid untuk melakukan <em>risywah</em> (Menyogok). Diantara risywah yang disodorkan Hertzl kepada Sultan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-indent:-17.85pt;"><span lang="EN-GB">1.</span><span style="font-size:7pt;" lang="EN-GB"> </span><span lang="EN-GB">150 juta poundsterling Inggris khusus untuk Sultan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-indent:-17.85pt;"><span lang="EN-GB">2.</span><span style="font-size:7pt;" lang="EN-GB"> </span><span lang="EN-GB">Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling Inggris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-indent:-17.85pt;"><span lang="EN-GB">3.</span><span style="font-size:7pt;" lang="EN-GB"> </span><span lang="EN-GB">Membangun kapal induk untuk pemerintah, dengan biaya 120 juta Frank</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-indent:-17.85pt;"><span lang="EN-GB">4.</span><span style="font-size:7pt;" lang="EN-GB"> </span><span lang="EN-GB">Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-indent:-17.85pt;"><span lang="FR">5.</span><span style="font-size:7pt;" lang="FR"> </span><span lang="FR">Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FR">Semuanya ditolak Sultan, bahkan Sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan, “Nasihati Mr Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. </span><span lang="EN-GB">Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.”</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Sejak saat itu kaum Yahudi dengan Zionisme melancarkan gerakan untuk menumbangkan Sultan. Dengan menggunakan jargon-jargon “liberation”, “freedom”, dan sebagainya, mereka menyebut pemerintahan Abdul Hamid II sebagai “Hamidian Absolutism”, dan sebagainya. </span></p>
<p><span lang="IN">“Sesungguhnya aku tahu, bahwa nasibku semakin terancam. Aku dapat saja hijrah ke Eropa untuk menyelamatkan diri. </span><span lang="EN-GB">Tetapi untuk apa? Aku adalah Khalifah yang bertanggungjawab atas umat ini. Tempatku adalah di sini. Di Istanbul!” Tulis Sultan Abdul Hamid dalam catatan hariannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Malam itu, </span><span lang="IN">27 April 1909 </span><span lang="EN-GB">Sultan Abdul Hamid dan keluarganya kedatangan beberapa orang tamu tak diundang. Kedatangan mereka ke Istana Yildiz menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Mereka mengatasnamakan perwakilan </span><span lang="IN">240 anggota Parlemen Utsmaniyyah—di bawah tekanan dari Turki Muda—yang setuju penggulingan Abdul Hamid II dari kekuasaannya. Senator Sheikh Hamdi Afandi Mali mengeluarkan fatwa tentang penggulingan tersebut, dan akhirnya disetujui oleh anggota senat yang lain. Fatwa tersebut terlihat sangat aneh dan setiap orang pasti mengetahui <em>track record</em> perjuangan Abdul Hamid II bahwa fatwa tersebut bertentangan dengan realitas di lapangan. </span></p>
<p><span lang="IN">Keempat utusan itu adalah Emmanuel Carasso, seorang Yahudi warga Italia dan wakil rakyat Salonika (Thessaloniki) di Parlemen Utsmaniyyah (Meclis-i Mebusan) melangkah masuk ke istana Yildiz. Turut bersamanya adalah Aram Efendi, wakil rakyat Armenia, Laz Arif Hikmet Pasha, anggota Dewan Senat yang juga panglima militer Utsmaniyyah, serta Arnavut Esat Toptani, wakil rakyat daerah Daraj di Meclis-i Mebusan.</span></p>
<p><span lang="IN">“Bukankah jam-jam seperti ini adalah waktu dimana aku harus menunaikan kewajibanku terhadap keluarga. Tidak bisakah kalian bicarakan masalah ini besok pagi?” Sultan Abdul Hamid tidak leluasa menerima kedatangan mereka yang kelihatannya begitu tiba-tiba dan mendesak. Tidak ada simpati di raut wajah mereka.</span></p>
<p><span lang="IN">“Negara telah memecat Anda!” </span><span lang="EN-GB">Esat Pasha memberitahu kedatangannya dengan nada angkuh. Kemudian satu persatu wajah anggota rombongan itu diperhatikan dengan seksama oleh Sultan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">“Negara telah memecatku, itu tidak masalah,…. tapi kenapa kalian membawa serta Yahudi ini masuk ke tempatku?” Spontan Sultan marah besar sambil menundingkan jarinya kepada Emmanuel Carasso. </span></p>
<p><span lang="IN">Sultan Abdul Hamid memang kenal benar siapa Emmanuel Carasso itu. Dialah yang bersekongkol bersama Theodor Herzl ketika ingin mendapatkan izin menempatkan Yahudi di Palestina. Mereka menawarkan pembelian ladang milik Sultan Abdul Hamid di Sancak Palestina sebagai tempat pemukiman Yahudi di Tanah Suci itu. </span><span lang="EN-GB">Sultan Abdul Hamid menolaknya dengan tegas, termasuk alternatif mereka yang mau menyewa tanah itu selama 99 tahun.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Pendirian tegas Sultan Abdul Hamid untuk tidak mengizinkan Yahudi bermukim di Palestina, telah menyebabkan Yahudi sedunia mengamuk. Harganya terlalu mahal. Sultan Abdul Hamid kehilangan takhta, dan Khilafah disembelih agar tamat riwayatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jelas terlihat bahwa saat tersebut adalah saat pembalasan paling dinanti oleh Yahudi, dimana Abdul Hamid II yang telah menolak menjual Palestina pada mereka, telah mereka tunjukkan di depan muka Abdul Hamid II sendiri bahwa mereka turut ambil bagian dalam penggulingannya dari kekuasaan. Mendung menggelayuti wajah Abdul Hamid II dan wajah Khilafah Islamiyah.</span></p>
<p><span lang="IN">“Sesungguhnya aku sendiri tidak tahu, siapakah sebenarnya yang memilih mereka ini untuk menyampaikan berita penggulinganku malam itu.” Sultan Abdul Hamid meluapkan derita hatinya di dalam catatan hariannya.</span></p>
<p><span lang="IN">Rencana menggulingkan Sultan sebenarnya sudah disiapkan lama sebelum malam itu. Beberapa Jumat belakangan ini, nama Sultan sudah tidak disebut lagi di dalam khutbah-khutbah.</span></p>
<p><span lang="IN">“Walaupun Anda dipecat, kelangsungan hidup Anda berada dalam jaminan kami.” Esat Pasha menyambung pembicaraan.</span></p>
<p><span lang="IN">Sultan Abdul Hamid memandang wajah puteranya Abdul Rahim, serta puterinya yang terpaksa menyaksikan pengkhianatan terhadap dirinya. Malang sungguh anak-anak ini terpaksa menyaksikan kejadian yang memilukan malam itu.</span></p>
<p><span lang="IN">“Bawa adik-adikmu ke dalam.” Sultan Abdul Hamid menyuruhh Amir Abdul Rahim membawa adik-adiknya ke dalam kamar.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">“Aku tidak membantah keputusanmu. Cuma satu hal yang kuharapkan. Izinkanlah aku bersama keluargaku tinggal di istana Caragan. Anak-anakku banyak. Mereka masih kecil dan aku sebagai ayah perlu menyekolahkan mereka.” Sultan Abdul Hamid meminta pertimbangan. Sultan sadar akan tidak ada gunanya membantah keputusan yang dibawa rombongan itu. Itulah kerisauan terakhir Sultan Abdul Hamid. Membayangkan masa depan anak-anaknya yang banyak. Sembilan laki-laki dan tujuh perempuan.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Permintaan Sultan Abdul Hamid ditolak mentah-mentah oleh keempat orang itu. Malam itu juga, Sultan bersama para anggota keluarganya dengan hanya mengenakan pakaian yang menempel di badan diangkut di tengah gelap gulita menuju ke Stasiun kereta api Sirkeci. Mereka digusur pergi meninggalkan bumi Khilafah, ke istana kumuh milik Yahudi di Salonika, tempat pengasingan negara sebelum seluruh khalifah dimusnahkan di tangan musuh Allah.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Khalifah terakhir umat Islam, dan keluarganya itu dibuang ke Salonika, Yunani. Angin lesu bertiup bersama gerimis salju di malam itu. Pohon-pohon yang tinggal rangka, seakan turut sedih mengiringi tragedi memilukan itu.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Di Eminonu, terlihat Galata di seberang teluk sedih. Bukit itu pernah menyaksikan kegemilangan Sultan Muhammad al-Fatih dan tentaranya yang telah menarik 70 kapal menyeberangi bukit itu dalam tempo satu malam. Mereka menerobos teluk Bosphorus yang telah dirantai pintu masuknya oleh Kaisar Constantinople. Sejarah itu sejarah gemilang. Tak akan pernah hilang.</span></p>
<p><span lang="IN">Terhadap peristiwa pemecatannya, Sultan Abdul Hamid II mengungkap kegundahan hatinya yang dituangkan dalam surat kepada salah  seorang gurunya Syekh Mahmud Abu Shamad yang berbunyi: </span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="IN">“…Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu daya dengan berbagai tekanan dan ancaman dari para tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga dengan berat hati dan terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelumnya, organisasi ini  telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah negara nasional bagi  bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan beruntun dan bertubi-tubi yang memalukan ini. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta pounsterling emas.</span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">Saya tetap dengan tegas  menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan mengatakan, “Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian.”</span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB"> </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan gerakan rahasianya memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka. </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB"> </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng Daulah Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri  Yahudi  di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada  Allah Ta’ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu. </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB"> </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya. Guruku yang  mulia. mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. </span></em><em><span lang="FR">Harapan saya, semoga Anda beserta jama’ah  yang anda bina bisa memaklumi semua itu. </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="FR"> </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. </span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">22 September 1909<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">ttd<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="EN-GB">Pelayan Kaum Muslimin<br />
(Abdul Hamid bin Abdul Majid)</span></em><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Deru langkah tentara kedengaran melangkah menuju istana. Meriam ditembakkan sebagai tanda Sultan Mehmed V dinobatkan menjadi penguasa Utsmaniyyah. Resmilah malam itu Sultan Mehmed V menjadi Khalifah ke 99 umat Islam terhitung sejak Abu Bakr al-Siddiq ra. Tetapi khalifah yang satu ini sudah tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Hanya boneka pengumpan yang hanya akan mempercepat pemberontakan untuk pembubaran Khilafah Utsmaniyyah.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">“Entahlah, di saat hidup dan matiku tidak menentu, aku merasa begitu tenang dan aman. Seperti sebuah gunung besar yang selama ini mengendap di dadaku, ketika diangkat terasa lega!” keluh Sultan Abdul Hamid</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Sultan Abdul Hamid mengusap kepala anaknya Abdul Rahim yang menangis ketakutan. Anak-anaknya yang lain turut menangis. Perjalanan dari Sirkeci Istanbul menuju ke Salonika Yunani penuh misteri.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">“Sabarlah anak-anakku. Jika Allah mengkehendaki kematian bagi kita, bukankah kematian itu kesudahan untuk semua.” Sultan Abdul Hamid memberi motivasi kepada seluruh kerabatnya saat.Kereta api tengah meluncur laju. Bumi khilafah ditinggalkan di belakang. Sejarah kegemilangan 600 tahun Bani Usman, berakhir malam itu. Balutan hitam yang mustahil untuk diputihkan kembali.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Di tengah suasana malam yang sejuk, Sultan Abdul Hamid II melonjorkan kakinya di atas bangku kereta api sambil dipijit-pijit oleh anaknya Fatimah.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">“Sabarlah anakku, negara tidak tahu apa yang telah mereka lakukan kepada umat Muhammad ini.” Sultan mengusap wajahnya yang berlinangan air mata.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Terlalu lama Sultan dan keluarganya dikurung di istana kumuh milik Yahudi itu. Mereka dikurung dalam kamar tanpa perabotan sama sekali. Pintu dan jendela dilarang dibuka. Hari demi hari, adalah penantian kematian sebelum mati bagi Sultan dan keluarganya. Akhirnya pada tahun 1912, Sultan Abdul Hamid dipulangkan ke Istanbul, akan tetapi anak-anaknya dipisah-pisahkan, bercerai berai. Dibuang ke Perancis menjadi pengemis yang hidup terlunta-lunta di emperan jalan.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Kondisi di pembuangan Salonika atau di istana tua Beylerbeyi Istanbul sama saja bahkan lebih parah. Sultan dan beberapa anggota keluarganya yang tersisa tidak dibenarkan keluar sama sekali hatta sekedar pergi ke perkarangan istana kecuali untuk shalat Jumat di luar istana, tentunya dengan penjagaan yang super ketat. Makanan untuk Sultan dan putera puterinya ditakar sedemikian rupa, dengan kualitas makanan yang sangat rendah bahkan seluruh hartanya dirampas habis oleh tentera Ataturk. </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Hari-hari yang dilalui Sultan dalam pembuangan dan pengasingan sangat menyedihkan. Dia dan keluarganya selalu diancam akan dibunuh, istana tua itu akan diledakkan. Pada suatu pagi selesai shalat Subuh, Sultan memanggil puteranya, Abdul Rahman. Dialah ahli waris terpenting setelah ketiadaan Sultan nanti.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">“Kita akan berikan semua harta kita kepada pihak tentara karena mereka memaksa kita menyerahkannya.” Keluh Sultan kepada Abdul Rahman dengan nada sedih. </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Puteranya itu menangis terisak hebat. Dia menjadi amat takut dengan para tentara yang bengis itu. Beberapa hari kemudian di lobi <em>Deutche Bank</em>, Istanbul, terjadi serah terima secara paksa semua harta Sultan, termasuk seluruh tabungan Sultan kepada pihak tentara. </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Sultan tinggal di istana tua sebagai penjara di Beylerbeyi selama 6 tahun dalam kondisi yang sangat memperihatinkan. Tubuh kurus kering dan mengidap penyakit paru yang akut. Sultan benar-benar diisolasi dari dunia luar, sampai-sampai untuk mengobati penyakit saja dipersulit.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">“Maafkan saya, Tuanku. Mereka tidak mengijinkan saya untuk hadir lebih awal,” dokter yang merawat Sultan Abdul Hamid sambil berbisik. Nafas Sultan Abdul Hamid turun naik. Penyakit asthmanya semakin serius. Dokter sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi.</span></p>
<p><span lang="EN-GB">Sultan Abdul Hamid II menghembuskan nafas terakhir dalam penjara Beylerbeyi pada 10 Februari, 1918. Kepergiannya diratapi seluruh penduduk Istanbul karena mereka sudah sadar. Berkat kebodohan mereka membiarkan Khilafah Utsmaniyyah dilumpuhkan setelah pencopotan jabatan khilafahnya, 10 tahun yang lalu. Menangislah… tiada sejarah yang mampu memadamkan penyesalan itu. <em>Wa…Islama!!!</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;" lang="EN-GB">Sumber; <cite><span style="font-style:normal;">Harb, Muhammad (1998). </span></cite></span><cite><span style="font-size:8pt;" lang="FR">Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II</span></cite><cite><span style="font-size:8pt;font-style:normal;" lang="FR">. Darul Qalam, ; Asy-Syalabi, Ali Muhammad (2003). </span></cite><cite><span style="font-size:8pt;" lang="FR">Bangkit dan Runtuhnya Khilafah ‘Utsmaniyah</span></cite><cite><span style="font-size:8pt;font-style:normal;" lang="FR">. </span></cite><cite><span style="font-size:8pt;font-style:normal;" lang="EN-GB">Pustaka Al-Kautsar, 403-425</span></cite></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=55&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/demi-palestina-sultan-hidup-merana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Palestina dan Skenario Akhir Zaman</title>
		<link>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/palestina-dan-skenario-akhir-zaman/</link>
		<comments>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/palestina-dan-skenario-akhir-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 02:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danielmas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Save Palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danielmas.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tandjung Masih ada sebagian muslim di Indonesia yang mempermasalahkan persoalan Palestina. Mereka bertanya: “Mengapa kita harus memperhatikan apa yang terjadi nun jauh di Gaza sana? Bukankah di negeri kita sendiri masih banyak masalah? Lebih baik kita urus negeri &#8230; <a href="http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/palestina-dan-skenario-akhir-zaman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=52&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Ihsan Tandjung</strong></p>
<p>Masih ada sebagian muslim di Indonesia yang mempermasalahkan persoalan Palestina. Mereka bertanya: “Mengapa kita harus memperhatikan apa yang terjadi nun jauh di Gaza sana? Bukankah di negeri kita sendiri masih banyak masalah? Lebih baik kita urus negeri kita saja. Soal Palestina, yah biarkan saja diurus sama yang lain. Kita urus urusan kita sajalah..!!”</p>
<p>Benarkah sikap seperti ini? <span id="more-52"></span></p>
<p>Saudaraku, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah memperingatkan kita bahwa salah satu tanda menjelang datangnya hari Kiamat ialah kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Suatu bentuk peperangan yang menjadi sangat unik karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan bahwa pada saat itu alam-pun turut berfihak kepada pasukan Islam. Pepohonan dan bebatuan pada hari itu diizinkan Allah berbicara kepada pasukan Islam. Alam akan memberitahu pasukan Islam posisi tentara Yahudi.</p>
<p class="MsoNormal"><em>“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai Yahudi berlindung di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemari, bunuhlah dia,” kecuali Ghorqod sebab ia sungguh pohon kaum Yahudi.”</em> (<em>HR Muslim 5203)</em></p>
<p>Artinya, berdasarkan hadits di atas bilamana kaum Muslimin sudah menjadi sadar bahwa kaum Yahudi merupakan musuh bebuyutan yang pada akhirnya harus diperangi, maka hal itu menandakan sudah dekatnya kedatangan hari Kiamat. Sedangkan peristiwa perang di Gaza kemarin jelas-jelas merupakan suatu konflik yang melibatkan kaum Yahudi di satu fihak dan kaum Muslimin di lain fihak.</p>
<p class="MsoNormal">Namun demikian, ada hal penting yang perlu kita catat. Dalam hadits di atas Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> menyebutkan bahwa perang melawan Yahudi sebagi pertanda dekatnya hari Kiamat adalah perang yang dilancarkan oleh kaum Muslimin terhadap kaum Yahudi. Tidak ada samasekali di dalam hadits di atas isyarat bahwa yang memerangi Yahudi adalah kaum Muslimin bangsa tertentu, misalnya bangsa Palestina sendirian. Perang tersebut akan diikuti oleh segenap kaum Muslimin berlatar-belakang aneka bangsa. Sehingga pohon dan batupun tatkala memanggil tidak berkata: <em>”Hai orang Palestina&#8230; hai orang Mesir&#8230; hai orang Yordania&#8230; hai orang Suriah&#8230;. hai orang Arab&#8230; hai orang Malaysia&#8230; hai orang Indonesia&#8230; hai orang Melayu…” </em>TIDAK, saudarku…! Pada saat perang ideologi itu berlangsung pohon dan batu hanya memanggil dengan satu identitas:    <em>“Hai Muslim, hai hamba Allah&#8230;”</em></p>
<p>Bila kita lihat peristiwa Gaza kemarin, maka kita menyaksikan bahwa praktis bangsa Palestina berperang melawan Yahudi sendirian. Tidak ada yang membantu mereka. Sehingga hal ini menjelaskan kepada kita mengapa pertolongan Allah dan kemenangan belum sepenuhnya berfihak kepada ummat Islam. Dan Israel bisa melenggang dengan pongahnya melakukan genosida yang begitu keji.</p>
<p class="MsoNormal">Maka saudaraku, di sinilah munculnya kewajiban bagi kita untuk terlibat menunjukkan solidaritas terhadap apa yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Sebab bila kita tidak memiliki kepedulian akan apa yang menimpa mereka, maka Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> mengancam bahwa kita tidak akan dianggap sebagai bagian dari komunitas ummat Islam..!!</p>
<p><em>“Barangsiapa tidak peduli dengan urusan kaum Muslimin, maka ia tidak termasuk ke dalam golongan mereka.” (HR Thabrani 7686)</em></p>
<p>Kita dewasa ini memang sangat tidak berdaya. Kita hanya sanggup menonton di layar kaca pembantaian yang terjadi atas saudara-saudara kita di Gaza. Paling jauh kita hanya bisa berdoa, menangis, mengirim dana, obat-obatan, makanan, pakaian, menulis artikel, mengirim tim medis, jurnalis dan aktifis kemanusiaan. Tapi satu hal yang pasti, kita samasekali tidak memiliki izin, peluang dan kesanggupan untuk turut serta berjihad bahu membahu bersama para pejuang Hamas dan pejuang Palestina faksi lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya perang di Gaza kemarin belum merupakan perang sebagaimana Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> isyaratkan di dalam hadits di atas. Perang di Gaza baru melibatkan sebagian ummat Islam dari satu bangsa tertetnu. Ia belum menjadi perang yang melibatkan segenap kaum Muslimin dari berbagai bangsa dan penjuru dunia.  Padahal fihak Israel sudah sampai ke tahap melibatkan Yahudi dari berbagai latar belakang bangsa dan penjuru dunia. Ini jelas belum menunjukkan keseimbangan perlawanan. Padahal Israel sudah mempersiapkan seluruh warganya dengan digencarkannya megaproyek penghijauan berupa penanaman pohon Ghorqod sebanyak-banyaknya&#8230;!!! Kadangkala, mereka lebih memahami hadits Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> kita daripada sebagian kita sendiri.</p>
<p>Jangankan perang kemarin melibatkan kaum Muslimin dari berbagai bangsa dan penjuru dunia, bahkan kalangan pemerintah Arab negara tetangga Gaza saja ada yang malah berkolaborasi dengan Israel..!! Kita saksikan bahwa kesatuan faksi-faksi Palestina sulit disatukan, terutama antara Hamas dan Fatah, bukan karena sembarang sebab. Tetapi harus diakui bahwa sebagian pemimpin Fatah, terutama yang dewasa ini memegang posisi formal dalam lembaga Otoritas Palestina, memang memiliki hubungan yang sedemikian akrab dengan pemerintah zalim Israel sehingga mau tidak mau kesan yang muncul adalah mereka berkolaborasi dengan musuh. Repotnya lagi, fihak Hamas memiliki bukti-bukti kuat yang membenarkan munculnya kesan tadi.</p>
<p class="MsoNormal">Maka saudaraku, kasus Gaza setidaknya semakin menyadarkan dunia umumnya, ummat Islam khususnya, bahwa memerangi bangsa Yahudi menuntut kita semua untuk berada dalam kesatuan barisan Mujahidin fi sabilillah. Dan kita cukup optimis bahwa walaupun kali ini warga Gaza sendirian menghadapi kekuatan militer Yahudi Zionis Israel, setidaknya telah terjadi penyadaran dan pengkondisian kepada sebagian besar Ummat Islam bahwa bukanlah ikatan kebangsaan Palestina yang bisa menyelesaikan problema kezaliman penjajah Israel.  Bukan pula ikatan ke-Arab-an. Tetapi memang haruslah wujud suatu semangat dan network ke-Islaman untuk menuntaskan masalah ini. Sebab masalah ini pada hakikatnya merupakan konflik abadi antara pembela Kebenaran versus pembela Kebatilan. Pasukan Islam merupakan representasi dari <em>ahlul-haq</em> alias Hizbullah sedangkan pasukan Yahudi merupakan representasi dari <em>ahlul-batil</em> alias Hizbusy-Syaithan. <em>Wallahua’lam bish-showwab</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danielmas.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danielmas.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danielmas.wordpress.com&amp;blog=6022281&amp;post=52&amp;subd=danielmas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/palestina-dan-skenario-akhir-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5c5f635ad8c15e472630cec82ebf82?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danielmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
